Prediksi Arsenal vs Liverpool: Kepercayaan Diri Tuan Rumah Ujian Liverpool Sebenarnya

Bayern Muenchen
INGIN PINDAH: Pemain berusia 17 tahun milik FC Bayern Muenchen sangat menjanjikan, dan ingin membela Real Madrid. Foto: BEINSPORTS
0 Komentar

Declan Rice menjadi salah satu figur sentral kebangkitan Arsenal. Setelah sempat diragukan tampil akibat cedera lutut dan absen saat menghadapi Aston Villa, Rice kembali dengan performa luar biasa. Ia bermain penuh selama 96 menit, mencetak dua gol, dan menjadi penggerak utama permainan saat Arsenal meraih kemenangan tandang.

“Declan sempat mengalami kesulitan beberapa hari terakhir, tetapi dia terus memaksakan diri untuk siap. Bermain 96 menit, mencetak dua gol, dan tampil luar biasa. Mentalitas seperti itulah yang kami butuhkan,” kata Arteta.

Perubahan peran Rice menjadi gelandang nomor delapan kelas dunia menjadi salah satu kunci performa impresif Arsenal. Statistik menunjukkan kontribusinya sangat menonjol, mulai dari umpan progresif ke kotak penalti, penciptaan peluang, umpan pemecah garis, hingga kontribusi defensif yang konsisten. Di tengah skuad Arsenal yang sarat kualitas, Rice kini menjadi pembeda dalam perburuan gelar.

Baca Juga:Jadi Korban Pembobolan, Pemilik Ruko di Jatibarang Klaim Tidak Alami KerugianKasat Intelkam dan Sejumlah Kapolsek Jajaran Polres Indramayu Bergeser, Ini Selengkapnya!

Sementara itu, Liverpool sangat mengandalkan Hugo Ekitike yang menjadi top skor tim musim ini dengan torehan 10 gol di semua kompetisi. Namun, penyerang asal Prancis tersebut diragukan tampil setelah mengalami cedera hamstring dan absen saat Liverpool ditahan imbang Fulham 2-2.

“Kami berharap itu hanya DOMS dan dia bisa tampil sebagai pemain pengganti. Namun hasil pemeriksaan menunjukkan lebih dari itu, dan kami tidak ingin mengambil risiko,” ujar Slot.

Situasi ini semakin menyulitkan Liverpool yang juga kehilangan Alexander Isak dan Mohamed Salah, sementara Florian Wirtz masih bermain dengan kondisi hamstring yang belum sepenuhnya pulih. Keputusan terkait Ekitike kemungkinan baru akan ditentukan jelang pertandingan.

Faktor bola mati juga berpotensi menjadi penentu laga. Statistik menunjukkan perbedaan yang mencolok: Liverpool termasuk tim terburuk dalam bertahan dari situasi set-piece dengan kebobolan 13 gol dan hanya mencetak tiga gol dari skema serupa. Sebaliknya, Arsenal justru menjadi tim paling produktif dari bola mati di Premier League musim ini (di luar penalti) dengan 12 gol.

Slot menyadari betul kelemahan timnya, terutama dalam duel udara dan penguasaan bola kedua. Ironisnya, pada pertemuan sebelumnya, Liverpool justru menang lewat situasi bola mati. Kini, Arsenal bertekad membalikkan cerita di Emirates, dengan performa, momentum, dan rasa percaya diri yang sepenuhnya berada di pihak mereka. (net)

0 Komentar