RADARCIREBON.ID – Puluhan warga Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Pos 1 Pelabuhan Cirebon, Rabu (7/1/2026). Mereka menuntut agar stockpile batu bara di dalam kawasan Pelabuhan Cirebon ditutup.
Aksi tersebut dipicu oleh keluhan warga terkait debu batu bara yang masuk ke rumah-rumah dan dinilai telah mencemari udara lingkungan.
Namun, hingga kini pihak PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP), anak perusahaan Pelindo, disebut belum memberikan kompensasi kepada warga terdampak.
Baca Juga:Perkuat Pendidikan Karakter, PDIP Cirebon Buka Program Ayo Ngaji bagi Anak-Anak Pemkab Cirebon Dukung SE Gubernur KDM soal Transparansi Anggaran, Inilah Langkah BKAD
Tuntutan itu disampaikan Ketua Forum RW Panjunan, Zaki Mubarak, menyusul belum adanya komitmen nyata dari pengelola pelabuhan.
“Kami hanya minta satu, stockpile batu bara di dalam Pelabuhan Cirebon ditutup,” tegasnya.
Ia menjelaskan, tuntutan tersebut merujuk pada kesepakatan yang pernah dibuat pada 2016. Saat itu, seluruh aktivitas bongkar muat batu bara sempat dihentikan selama enam bulan. Namun, pada 2022 stockpile kembali dibuka atas permintaan General Manager (GM) Pelabuhan Cirebon saat itu, Teguh.
Sejak dibuka kembali, kata Zaki, tidak ada komitmen yang jelas terhadap warga, terutama dari stokpel milik Pelindo yang dikelola PT PTP. Selain itu, GM Pelindo yang saat ini menjabat juga dinilai sulit ditemui, sehingga kekecewaan warga memuncak.
Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Eko Iskandar dan Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Arm Drajat Santoso yang berada di lokasi kemudian menjembatani dialog antara warga dan pihak Pelindo. Kedua belah pihak dipertemukan di Polsek Kawasan Pelabuhan Cirebon (KPC), Rabu siang.
Pertemuan tertutup tersebut berlangsung cukup alot dan memakan waktu lebih dari tiga jam. Namun, akhirnya kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan. Dengan demikian, rencana aksi unjuk rasa yang semula akan digelar hingga tiga hari ke depan resmi dibatalkan.
“Alhamdulillah, pertemuan yang difasilitasi Kapolres tadi sudah menemukan titik temu. Kami tidak akan melanjutkan unjuk rasa besok karena sudah ada kesepakatan dan akan dipantau. Semua kembali berjalan seperti biasa,” ujar Zaki.
Baca Juga:BBQ Home Service Laris Manis Okupansi Aston Cirebon Hotel Tembus 92 Persen di Momen Natal dan Tahun Baru
Sementara itu, Kapolres Ciko AKBP Eko Iskandar mengatakan, proses mediasi antara warga Panjunan dan pihak Pelindo berjalan lancar dan kondusif.
