INDRAMAYU – Curah hujan tinggi yang terjadi hampir merata di wilayah hulu hingga hilir Sungai Cimanuk, menyebabkan debit air sungai meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Meski luapan air belum menetapkan status siaga, kondisi tersebut berdampak serius terhadap kekuatan tanggul sungai di sejumlah titik.
Salah satunya terjadi di Blok Pulocangak, Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, Indramayu. Tanggul Sungai Cimanuk di lokasi tersebut kembali mengalami amblas, meskipun sebelumnya telah dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung pada Maret 2025 lalu.
Kuwu Desa Gedangan, Jaelani mengungkapkan bahwa hujan deras yang terjadi secara terus-menerus sejak akhir tahun 2025, membuat Sungai Cimanuk kerap meluap. Kondisi tersebut mempercepat proses pengikisan tanah di sekitar tanggul hingga akhirnya kembali mengalami amblas.
Baca Juga:Pantai Kasih Karangsong Jadi Destinasi Wisata Pilihan Wisatawan dari Luar IndramayuManchester United Dekati 4 Mantan Pemain untuk Posisi Pelatih Interim, Ini Orangnya!
“Sejak akhir tahun, hujan turun terus-menerus. Sungai Cimanuk sering meluap, ditambah hujan deras, sehingga tanah di sekitar tanggul kembali tergerus dan mengalami amblas,” ujar Jaelani, Kamis (8/1).
Ia menambahkan, kondisi tanggul yang amblas tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi warga Desa Gedangan. Meski hingga saat ini situasi masih tergolong aman, namun intensitas hujan yang tinggi berpotensi memperparah kerusakan tanggul apabila tidak segera ditangani.
“Kami dan warga tentu merasa waswas. Mudah-mudahan tanggul masih mampu menahan arus air Sungai Cimanuk. Kondisi ini sudah kami laporkan ke Pemerintah Kecamatan agar bisa diteruskan kepada pihak yang berwenang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Sukagumiwang, Dedi Nurhadi menyampaikan bahwa kondisi tanggul Sungai Cimanuk di Desa Gedangan telah masuk dalam data wilayah dengan kategori tanggul kritis di Kabupaten Indramayu.
“Lokasi tersebut sudah kami data sebagai tanggul kritis. Laporan juga sudah kami sampaikan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu serta ke BBWS Cimanuk–Cisanggarung. Harapannya, penanganan dapat segera dilakukan, baik terkait solusi maupun waktu perbaikannya,” jelas Dedi.
Sebelumnya, sebagai upaya meminimalisir dampak bencana selama musim penghujan, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Sukagumiwang memasifkan kegiatan pemantauan titik tanggul Sungai Cimanuk yang kritis. Dedi Nurhadi bersama staf melakukan peninjaun lokasi tanggul di Desa Gedangan yang dilaporkan amblas.
