INDRAMAYU – Keberadaan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu masih menjadi andalan masyarakat dalam menangani berbagai persoalan darurat. Tidak hanya berkutat pada pemadaman api, Damkar juga kerap membantu penanganan kasus nonkebakaran, mulai dari cincin yang sulit dilepas, evakuasi hewan liar, hingga penyelamatan hewan peliharaan milik warga.
Hal tersebut menunjukkan bahwa peran Bidang Pemadam Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu tidak terbatas pada penanganan insiden kebakaran semata. Melainkan juga mencakup berbagai kondisi darurat lainnya yang membutuhkan penanganan cepat dan profesional.
Berdasarkan data Bidang Damkar Kabupaten Indramayu, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 98 insiden kebakaran dan 1.252 kejadian non kebakaran yang berhasil ditangani. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa penanganan nonkebakaran jauh lebih dominan dibandingkan dengan kasus kebakaran.
Baca Juga:Pantai Kasih Karangsong Jadi Destinasi Wisata Pilihan Wisatawan dari Luar IndramayuManchester United Dekati 4 Mantan Pemain untuk Posisi Pelatih Interim, Ini Orangnya!
“Kami memang lebih banyak menangani kejadian nonkebakaran. Karena tugas Damkar bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menangani berbagai kondisi darurat nonkebakaran yang membahayakan keselamatan masyarakat,” ujar Kepala Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, Kamis (8/1).
Jajat merinci, dari total 98 kejadian kebakaran yang ditangani, kebakaran rumah tinggal menjadi kasus terbanyak dengan 45 kejadian. Selanjutnya kebakaran tiang listrik sebanyak lima kejadian, toko lima kejadian, rumah makan empat kejadian, serta kasus lainnya seperti kebakaran rumput liar di lahan kosong, gedung, hingga gudang kembang api.
Sementara itu, dalam penanganan nonkebakaran, Damkar Indramayu mencatat 1.252 kejadian sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, evakuasi sarang tawon menjadi kasus yang paling dominan dengan total 795 sarang. Selain itu, Damkar juga menangani evakuasi ular di permukiman warga sebanyak 175 kejadian.
Kasus nonkebakaran lainnya meliputi pelepasan cincin sebanyak 76 kejadian, penanganan pohon tumbang 21 kejadian, bantuan membuka kunci sebanyak 44 kejadian, evakuasi musang 10 kejadian, biawak 32 kejadian, serta penyelamatan hewan peliharaan sebanyak 25 kejadian.
“Sisanya cukup beragam, mulai dari pelepasan helm, pengambilan name tag, hingga evakuasi hewan liar lainnya seperti kera. Namun, yang paling banyak memang evakuasi sarang tawon,” jelas Jajat.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim penghujan. Risiko pohon tumbang dan sambaran petir menjadi ancaman yang perlu diantisipasi. Selain itu, kebersihan lingkungan perlu dijaga untuk meminimalkan kemunculan hewan liar seperti ular yang kerap masuk ke permukiman warga untuk mencari tempat berlindung.
