Masjid IKN Siap Sambut Ramadan 2026, Kemenag: Tak Hanya Pusat Ibadah, tapi Juga Simbol Harmoni

megah
Masjid Negara IKN sudah siap digunakan menjelang Ramadan 2026. Foto: Istimewa.
0 Komentar

KALIMANTAN TIMUR, RADARCIREBON.ID- Tak terasa, Ramadan kembali menyapa. Untuk Ramadan tahun 2026 ini, ada yang spesial di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal yang spesial itu adalah hadirnya Masjid Negara IKN, di mana Kementerian Agama telah memastikan bahwa Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan menjelang Ramadan 2026.

Seperti disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad setelah melakukan kunjungan sekaligus rapat koordinasi bersama Otorita IKN (OIKN) di Masjid Negara IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu, 7 Januari 2026.

Baca Juga:Waspada Akun Bodong soal Lowongan Kerja MBG, Simak Penjelasan Resmi BGNJeratan Utang Cekik Pemprov Jawa Barat, Rp 3 Triliun Harus Dibayar di 2026

Dalam keterangan resminya yang dilansir Radar Cirebon pada Jumat, 9 Januari 2026, Abu Rokhmad mengatakan kunjungan ke IKN dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi fisik masjid setelah masa pembangunan oleh pihak penyedia jasa dinyatakan selesai.

Peninjauan sendiri meliputi area utama masjid, selasar, ruang pertemuan, tempat wudu, toilet, podium khotbah, ruang pengimaman, hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Selain pengecekan fisik, kami juga inventarisasi sejumlah kelengkapan yang masih perlu disempurnakan agar masjid dapat difungsikan secara optimal,” katanya.

“Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan dasar masjid benar-benar siap, terutama untuk mendukung aktivitas ibadah dan layanan keagamaan masyarakat saat Ramadan,” lanjut Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad juga menekankan bahwa Masjid Negara IKN harus merepresentasikan wajah Islam Indonesia yang ramah, moderat, dan inklusif.

Karena itu, pengelolaan masjid ke depan harus ditopang oleh idarah, takmir, dan riayah yang profesional, berintegritas, serta memiliki pemahaman keagamaan yang baik.

Pihaknya juga menegaskan pentingnya konsep ekoteologi dalam pembangunan dan pengelolaan Masjid Negara IKN. Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol harmoni antara nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan, sejalan dengan semangat pembangunan IKN yang berkelanjutan.

Baca Juga:Ini Daftar Lengkap Jajaran Polda Jabar yang Bergeser per Januari 2026, Ada dari Cirebon dan MajalengkaHaji 2025 Tuntas: Ini Data Jamaah Indonesia yang Wafat, Kata Kemenag Jumlahnya Turun

Guru Besar UIN Walisongo Semarang itu juga menambahkan, Kemenag juga menyiapkan berbagai rancangan pendukung agar masjid dapat segera dioperasikan, termasuk penguatan sistem pendukung di sekitar masjid agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi jamaah.

0 Komentar