RADARCIREBON.ID -Upaya penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Cirebon masih menghadapi kendala serius pada aspek ketersediaan lahan.
Salah satunya di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kuwu Desa Banjarwangunan Sulaeman mengatakan, pemerintah desa hingga kini belum menemukan lokasi yang benar-benar ideal untuk pembangunan gerai atau gedung koperasi yang menjadi tulang punggung operasional KDMP.
Dari sejumlah aset tanah desa yang ada, sebagian besar masih berupa sawah dan berada di kawasan rawan banjir. Sehingga membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar apabila akan dibangun gedung permanen.
Baca Juga:FEB UGJ Cirebon Jadi Tujuan Belajar Mahasiswa FilipinaLelang Dini Pembangunan 2026 Tuntas, 27 Paket Bina Marga Cirebon Siap Dikerjakan
“Sebenarnya kami sudah mengajukan beberapa opsi lahan. Ada tanah desa yang luasnya sekitar 481 meter persegi, tapi itu pun belum ideal. Sementara untuk bangunannya saja kan harus 600 meter persegi atau 30×20 meter,” ungkapnya kepada Radar Cirebon, Rabu (7/1).
Menurutnya, secara teknis pembangunan gedung KDMP membutuhkan lahan yang relatif aman dari genangan air agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Namun kondisi geografis Banjarwangunan membuat hampir seluruh lahan yang tersedia memiliki risiko banjir, terutama saat musim hujan.
“Yang sekarang direncanakan buat bangunan koperasi itu kebanjiran semua. Harus diurug sampai satu setengah meter karena itu berada di lokasi sumber air. Kalau banjir, airnya pasti tinggi,” kata Sulaeman.
“Sementara untuk biaya urugan itu, jadi bebannya desa, jadi masih sangat repot,” imbuhnya.
Sulaeman menambahkan, lahan yang relatif aman justru berada di kawasan permukiman, seperti di sekitar lapangan bola desa.
Meski tidak berada di pinggir jalan utama, lokasi tersebut dinilai paling memungkinkan dari sisi keamanan lingkungan dan kondisi tanah.
Baca Juga:Empat Periode, Jalan Tetap Rusak Warga Cirebon Soroti Peran Anggota DewanDongkrak PAD, Komisi II DPRD Cirebon Dorong Optimalisasi Pajak Daerah
“Kalau dibilang strategis, memang bukan di jalan besar. Tapi itu yang paling bagus yang ada sekarang. Luasnya yang 481 meter persegi itu,” katanya.
Kondisi ini, kata Sulaeman, membuat persiapan KDMP di Banjarwangunan belum dapat berjalan optimal, khususnya dalam penyediaan fasilitas gudang yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan barang dan logistik koperasi.
Tanpa gudang yang representatif, operasional koperasi dikhawatirkan tidak maksimal. Meski demikian, pihaknya menegaskan, akan tetap berupaya mencari solusi terbaik.
