Potret Wanita Lansia di Cirebon Hidup di Gubuk Triplek, Sopiyah Bertahan dari Uluran Tetangga

Nenek Sopiyah
SENDIRIAN: Nenek Sopiyah duduk bersandar di sudut ruangan sempit, Rabu (7/1/2026). Ia tinggal seorang diri di sebuah bangunan berbahan triplek. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, Sopiyah sepenuhnya bergantung pada bantuan warga sekitar—tetangga, saudara yang masih peduli, hingga perhatian dari RT dan RW.

“Makan dari saudara dan tetangga. Dari Pak RT, Pak RW,” katanya.

Ketua RW 17 Kriyan Barat, Bambang Jumatra, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sebelum tinggal di gubuk itu, Sopiyah sempat mengontrak rumah. Namun karena tak lagi mampu membayar dan mencari nafkah, ia akhirnya terusir.

Baca Juga:FEB UGJ Cirebon Jadi Tujuan Belajar Mahasiswa FilipinaLelang Dini Pembangunan 2026 Tuntas, 27 Paket Bina Marga Cirebon Siap Dikerjakan

“Dulu tinggal ngontrak. Karena sudah enggak mampu cari nafkah, lalu diusir. Akhirnya warga RT/RW gotong royong membangunkan tempat seadanya, sekadar buat tidur,” kata Bambang.

Ia menyebutkan, kondisi fisik Sopiyah saat itu sangat memprihatinkan. Untuk berjalan saja, ia harus merangkak.

Gubuk kecil tersebut dibangun warga sekitar tiga tahun lalu. Tanahnya milik kerabat Sopiyah. Namun dalam kondisi sakit dan keterbatasan fisik, ia benar-benar menjalani hari-harinya seorang diri.

Yang lebih memprihatinkan, menurut Bambang, Sopiyah belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Ia tidak terdaftar sebagai penerima BPNT maupun bantuan sosial lainnya.

“Sehari-hari makan dari belas kasih tetangga. Kami RT/RW sudah pernah lapor ke Dinsos. Tapi katanya tidak ada tempat penampungan untuk lansia yang tidak bisa mengurus diri sendiri. Kerepotannya di situ,” ujarnya.

Bambang berharap pemerintah bisa hadir lebih jauh, bukan sekadar pendataan. Ia berharap Sopiyah dapat ditampung di panti jompo atau lembaga sosial yang memang menangani lansia terlantar.

“Harapannya bisa ditampung Pemkot Cirebon melalui Dinsos, supaya hidupnya lebih layak. Karena di sini kasihan, tidak ada yang mengurus. Keluarganya juga tidak ada. Apalagi beliau sakit-sakitan,” katanya.

Baca Juga:Empat Periode, Jalan Tetap Rusak Warga Cirebon Soroti Peran Anggota DewanDongkrak PAD, Komisi II DPRD Cirebon Dorong Optimalisasi Pajak Daerah

Sementara Sopiyah sendiri hanya memiliki satu harapan sederhana. “Ingin sembuh. Sehat,” ucapnya pelan.

Di gubuk sempit itu, Sopiyah terus bertahan—mengandalkan tongkat kayu, mengandalkan kepedulian tetangga, dan menunggu uluran tangan yang lebih pasti. (*)

0 Komentar