“Per hari ini, per jam ini, orang yang langsung bekerja di tiap SPPG (Satuan Pelayanan Gizi) berjumlah sekitar 902.000 orang,” ucap Nanik.
Dampak ekonomi tidak berhenti di dalam dapur saja. Ada efek domino yang menyentuh sektor hulu melalui para pemasok bahan baku.
Satu dapur pelayanan diperkirakan membutuhkan 10 hingga 15 supplier untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan segar.
Baca Juga:Pantai Kasih Karangsong Jadi Destinasi Wisata Pilihan Wisatawan dari Luar IndramayuManchester United Dekati 4 Mantan Pemain untuk Posisi Pelatih Interim, Ini Orangnya!
“Artinya, ada sekitar 1,5 juta pekerja tidak langsung yang ikut bergerak mulai hari ini. Jadi totalnya sekitar 2,5 juta orang kembali bekerja setelah libur dua minggu kemarin,” ujar Nanik.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Jakarta, Awalusilman mengakui, kehadiran MBG membawa energi baru bagi siswanya, terutama bagi anak SMK yang memiliki jadwal praktik fisik yang padat.
“Anak-anak sudah menanti-nanti sejak dua hari lalu, mereka tanya ‘Kapan MBG ada lagi?’. Dengan adanya makan bergizi ini, fisik mereka jadi lebih kuat saat praktik di bengkel atau laboratorium,” ungkap Awalusilman. (dsw)
