RADARCIREBON.ID – Hanya butuh waktu setahun, Presiden Prabowo Subianto bisa mengembalikan Indonesia menjadi Negara berswasembada pangan. Padahal selama 28 tahun, negeri ini menjadi importir beras terbesar di dunia.
Rahasia kesuksesan Presiden Prabowo tersebut, diungkap oleh “orang dalam”. Dia adalah Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang melalui media sosial miliknya.
Seperti diketahui, 2 hari lalu Presiden Prabowo mencanangkan Hari Swasembada Pangan. “Hanya satu tahun memimpin, Presiden Prabowo bisa membuat Indonesia menjadi negara yang bisa swasembada pangan,” tulis Naniek Sudaryati Deyang.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Menurut perempuan yang akrab disapa Deyang ini, pertanian Indonesia maju di zaman Orde Baru. Namun selama masa reformasi, sekitar 28 tahun, Indonesia terus menerus menjadi importir beras. Bahkan terbesar di dunia.
Selama Orde Baru, jelas Deyang, berkali-kali Indonesia mendapat penghargaan dari FAO, organisasi pangan dan pertanian PBB. Namun begitu Presiden Soeharto jatuh, ekonomi petani pun hancur lebur. Impor pangan secara ugal-ugalan dilakukan. Bahkan pada saat petani panen raya.
“Tak hanya beras, di era reformasi komoditas seperti jagung, kedelai, bahkan sampai singkong diimpor. Kok bisa?” ujar Deyang mempertanyakan
Impor pangan yang ugal-ugalan itu, menurutnya, merupakan permainan untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Caranya dengan menghancurkan kehidupan dan penghasilan petani.
Hidup para petani, tandasnya, hancur karena dicomblangi oleh para pejabat pemburu rente. Para pelaku impornya merupakan para konglomerat oligarki yang terus ingin menjajah bangsa Indonesia.
“Petani-petani yang frustasi lantas sebagian menjual tanahnya. Dan tanah-tanah itu disulap para konglomerat menjadi kawasan perumahan berharga mahal, dan pabrik. Di era reformasi, petani hidup di titik nadir,” tandasnya.
Lalu bagaimana Prabowo bisa mengembalikan Indonesia menjadi negara yang berswasembada pangan? Menurut wartawan senior itu, banyak hal yang dilakukan Presiden Prabowo.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Pertama, urai Deyang, Presiden Prabowo memperbaiki harga jual hasil pertanian. Kedua, Bulog dikembalikan fungsinya untuk membeli beras petani secara langsung. Di era reformasi Bulog hanya menjadi tukang stempel konglomerat untuk impor beras dan komoditas lain. Ketiga, lanjut Deyang, pupuk subsidi yang di era reformasi dirampok konglomerat untuk pemupukan sawit, kini diluruskan langsung jatuh ke tangan petani. Demi itu, maka 500 lebih aturan yang berkait dengan pupuk subsidi dihajar habis dan dihapus total oleh presiden Prabowo.
