RADARCIREBON.ID- Kasus influenza dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) masih mendominasi laporan penyakit di Kota Cirebon. Dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas pelayanan kesehatan mencatat lonjakan pasien dengan keluhan demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga tubuh lemas.
Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah peningkatan kasus flu ini berkaitan dengan virus Influenza A H3N2 subclade K atau yang dikenal sebagai super flu?
Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyatakan belum dapat memastikan hal tersebut. Meski secara epidemiologis kasus flu sedang tinggi, kepastian jenis virus penyebabnya memerlukan pemeriksaan laboratorium khusus yang saat ini belum tersedia di daerah.
Baca Juga:Dana Desa 2026 Dipotong hingga Rp700 Juta, Ketua FKKC Sebut Pembangunan Fisik TerancamAzis Minta Salinan BAP Gedung Setda, Furqon: Semoga Segera Ada Respons
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty menjelaskan bahwa influenza memang menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan berdasarkan laporan rutin Puskesmas.
Data elektronik Puskesmas (EPUS) per Januari 2026 menunjukkan penyakit terbanyak nomor satu di Kota Cirebon adalah acute respiratory infection unspecified atau ISPA. Penyakit ini mencakup berbagai infeksi saluran pernapasan atas, termasuk flu.
Di peringkat berikutnya, tercatat penyakit flu ringan seperti acute nasopharyngitis atau common cold, serta acute pharyngitis unspecified yang ditandai sakit tenggorokan. Seluruhnya masih berada dalam spektrum penyakit pernapasan yang sangat umum terjadi, terutama saat cuaca berubah dan mobilitas masyarakat tinggi. “Kalau melihat datanya, memang infeksi saluran pernapasan atas termasuk flu masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak di Puskesmas,” ujar dr Siti Maria kepada Radar Cirebon di kantornya, Jumat (9/1/2026).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tingginya kasus flu belum bisa langsung disimpulkan sebagai super flu. Secara medis, super flu merupakan bagian dari Influenza A, tepatnya H3N2 subclade K, yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium molekuler untuk memastikan keberadaannya.
Pemeriksaan tersebut tidak bisa dilakukan secara rutin di semua daerah. Saat ini, pemeriksaan Influenza A H3N2 subclade K hanya dapat dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tier 3 yang berada di tingkat provinsi.
Di Kota Cirebon, fasilitas PCR sebenarnya telah tersedia dan sebelumnya digunakan untuk pemeriksaan Covid-19, tuberkulosis, hingga HPV. Namun, pemeriksaan super flu membutuhkan reagen khusus yang belum dimiliki. “Kami sudah berkoordinasi dengan Labkesda Kota Cirebon. Secara alat sebenarnya memungkinkan, tapi reagen untuk pemeriksaan super flu belum tersedia,” jelasnya.
