Kasus Flu Meningkat di Kota Cirebon, Kadinkes: Belum Bisa Disimpulkan sebagai Super Flu

Kasus Flu Meningkat di Kota Cirebon
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty menjelaskan bahwa influenza memang menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditemukan berdasarkan laporan rutin Puskesmas. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Akibat keterbatasan tersebut, Dinas Kesehatan belum dapat memastikan apakah lonjakan kasus flu di Kota Cirebon berkaitan dengan virus H3N2 subclade K atau masih merupakan influenza musiman yang umum beredar setiap tahun.

Situasi ini disebut mirip dengan kondisi awal pandemi Covid-19. Saat itu, banyak daerah belum mampu melakukan pemeriksaan mandiri sehingga sampel harus dikirim ke pusat atau provinsi. Seiring waktu dan dukungan alat, pemeriksaan baru bisa dilakukan di tingkat daerah.

Dari sisi karakter penyakit, super flu pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan influenza biasa. “Gejalanya hampir sama (super flu dengan influenza biasa, red). Mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, hingga rasa lemas. Perbedaannya terletak pada tingkat penularan yang lebih cepat dan potensi keparahan yang lebih tinggi pada kelompok rentan,” jelas dr Maria.

Baca Juga:Dana Desa 2026 Dipotong hingga Rp700 Juta, Ketua FKKC Sebut Pembangunan Fisik TerancamAzis Minta Salinan BAP Gedung Setda, Furqon: Semoga Segera Ada Respons

Virus yang terus bermutasi membuat daya sebar menjadi lebih efisien, terutama di lingkungan padat dan mobilitas tinggi. Meski demikian, Dinas Kesehatan menilai tingkat fatalitas super flu masih berada di bawah Covid-19. Jika terjadi kasus berat atau kematian, umumnya disertai penyakit bawaan atau komorbid yang sudah ada sebelumnya.

Infeksi virus flu dapat menurunkan daya tahan tubuh. Pada orang dengan penyakit kronis, kondisi tersebut dapat memperberat penyakit yang sudah diderita, sehingga risiko komplikasi menjadi lebih besar.

Sebagai gambaran umum, rumah sakit rujukan di Jawa Barat sebelumnya melaporkan telah menangani sejumlah pasien dengan gejala super flu. Dari laporan tersebut, sebagian pasien mengalami kondisi berat dan satu pasien dilaporkan meninggal dunia, meski kematian tersebut masih dikaitkan dengan komorbid yang berat. Data ini menjadi catatan epidemiologis, namun tidak serta-merta menggambarkan kondisi di Kota Cirebon.

Dinas Kesehatan menegaskan, hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari Kementerian Kesehatan kepada kabupaten/kota terkait pemeriksaan super flu. Penanganan kasus flu masih mengikuti standar penatalaksanaan influenza yang berlaku, baik secara simptomatis maupun sesuai pedoman medis.

Di tengah keterbatasan pemeriksaan laboratorium, upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif. Penyakit ini menyebar melalui droplet dan kontak dengan benda yang terkontaminasi, sehingga perilaku hidup bersih dan sehat tetap menjadi kunci.

0 Komentar