Dinkes mengimbau masyarakat menggunakan masker saat mengalami gejala flu, menerapkan etika batuk dan bersin, serta rajin mencuci tangan dengan sabun. Permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu dan meja, juga berpotensi menjadi media penularan.
Selain itu, istirahat cukup, pengelolaan stres, konsumsi makanan bergizi, dan aktivitas fisik yang teratur dinilai membantu menjaga daya tahan tubuh. Anak-anak yang sedang flu disarankan beristirahat di rumah dan tidak masuk sekolah hingga kondisi membaik. “Langkah perlindungan lain yang dapat dilakukan adalah vaksinasi influenza. Vaksin ini idealnya diberikan setahun sekali karena virus influenza terus bermutasi,” kata dr Maria.
Ia menambahkan, vaksinasi dapat diberikan mulai usia anak hingga dewasa. Namun, vaksin influenza hingga saat ini belum menjadi program nasional dan belum ditanggung BPJS Kesehatan. Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin harus melakukannya secara mandiri di klinik atau rumah sakit.
Baca Juga:Dana Desa 2026 Dipotong hingga Rp700 Juta, Ketua FKKC Sebut Pembangunan Fisik TerancamAzis Minta Salinan BAP Gedung Setda, Furqon: Semoga Segera Ada Respons
Di Kota Cirebon, layanan vaksinasi influenza sudah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan dengan kisaran biaya Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per dosis. Vaksin ini selama ini banyak digunakan oleh calon jemaah haji, pelaku perjalanan luar negeri, serta kelompok dengan risiko tertentu.
Selain vaksin influenza, kata dr Maria, pemerintah saat ini telah menyediakan sejumlah vaksin lain secara gratis, seperti vaksin pneumonia (PCV) untuk balita, vaksin HPV untuk pencegahan kanker leher rahim, serta vaksin rotavirus untuk melindungi saluran pencernaan anak.
Perkembangan vaksinasi tersebut menunjukkan kemajuan signifikan di bidang kesehatan. Namun, vaksin influenza masih berada di luar skema pembiayaan pemerintah pusat.
Di tengah meningkatnya kasus flu musiman, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menganggap enteng gejala flu. Meski tampak ringan, flu tetap berpotensi menimbulkan komplikasi, terutama pada kelompok rentan.
“Pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dianjurkan jika gejala tidak membaik, memberat, atau disertai keluhan lain seperti sesak napas dan demam tinggi berkepanjangan,” pungkas dr Maria. (ade)
