Uruk Jalan Sejak 2017, Warga Kalijaga Cirebon Swadaya Tanpa Bantuan Pemerintah

menguruk jalan
KOMPAK: Warga RW 02 Kalijaga bergotong royong menguruk jalan akses secara swadaya. FOTO: CECEP NACEPI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Warga RW 02 RT 06, Kelurahan Kalijaga, membuka akses jalan secara swadaya sejak 2017 tanpa bantuan Pemerintah Kota Cirebon. Jalan di bantaran Sungai Gagareto itu dibangun dengan menguruk tanah menggunakan ratusan truk selama hampir delapan tahun.

Salah seorang warga, Apandi alias Gendut (34), mengatakan awalnya lokasi tersebut bukan jalan, melainkan lahan kosong di tepi sungai dengan kedalaman sekitar tiga meter. Karena tidak memiliki akses jalan resmi, warga berinisiatif membuka jalur sendiri.

“Kami dulu lewat tanah orang, khawatir sewaktu-waktu ditutup. Akhirnya sejak 2017 kami swadaya mengurug di sini,” ujarnya.

Baca Juga:Soal 160 Ribu Peserta BPJS PBI Nonaktif, Forum Puskesos Desak Pemkab Cirebon Bertindak160 Ribu Peserta BPJS PBI Nonaktif, DPRD Cirebon Sebut Data Desil Kemiskinan Amburadul

Menurutnya, proses pengurugan dilakukan bertahap dengan gotong royong dan patungan warga, dibantu sejumlah donatur. Hingga kini, ratusan dump truk tanah telah digunakan untuk meninggikan jalan yang kerap terendam banjir.

Ketua RW 02 Kalijaga, Kurdika atau Udi, mengatakan pembangunan jalan tersebut murni hasil kerja bakti warga yang sebagian besar disokong oleh Apandi.

“Dulu di sini dalamnya sekitar tiga meter. Sekarang sudah ditinggikan agar bisa jadi jalan warga,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kota Cirebon dapat turun tangan dan membantu peningkatan kualitas jalan tersebut agar lebih layak dan aman digunakan. (cep)

0 Komentar