RADARCIREBON.ID -Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan, anak, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelompok Rentan, beberapa waktu lalu.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg mengatakan, Musrenbang tersebut menjadi ruang strategis untuk memastikan arah pembangunan daerah berjalan inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Melalui Musrenbang ini, kami berharap di Kabupaten Cirebon akan lahir anak-anak yang kreatif, perempuan yang memahami hak dan kewajibannya, lansia yang mandiri dan berdaya, serta penyandang disabilitas yang mendapatkan perhatian dan dukungan penuh,” ujar Imron.
Baca Juga:Soal 160 Ribu Peserta BPJS PBI Nonaktif, Forum Puskesos Desak Pemkab Cirebon Bertindak160 Ribu Peserta BPJS PBI Nonaktif, DPRD Cirebon Sebut Data Desil Kemiskinan Amburadul
Ditegaskannya, penyandang disabilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan publik.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat hadir bersama untuk memberikan dukungan agar penyandang disabilitas mampu berdaya dan berkontribusi secara optimal.
“Kita tidak lagi membedakan. Semua adalah bagian dari masyarakat Kabupaten Cirebon yang harus kita dukung dan layani sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” tegasnya.
Imron juga menyoroti pentingnya peningkatan layanan publik yang ramah disabilitas, termasuk di tingkat kecamatan.
Menurutnya, fasilitas pelayanan harus dirancang agar mudah diakses dan tidak menimbulkan hambatan bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin ke depan ada pelayanan khusus disabilitas, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan saat mengurus berbagai keperluan, baik di kecamatan maupun di tempat pelayanan lainnya,” tambahnya.
Melalui Musrenbang Kelompok Rentan ini, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang inklusif, adil, serta berkelanjutan, guna menjawab kebutuhan perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas. (den/rls)
