RADARCIREBON.ID- Wakil Walikota Cirebon Siti Farida Rosmawati berkeliling memberikan bantuan pribadi kepada warga yang rumahnya ambruk. Nilainya bervariasi. Ada yang menerima Rp5 juta, Rp15 juta, bahkan Rp25 juta. Tergantung kondisi rumahnya.
Aksi bantu masyarakat ini dilakukan pada Minggu (11/1/2026). Dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, Siti Farida Rosmawati mengunjungi rumah milik Loli Harliana (65), warga RT 02 RW 04 Pegajahan Utara, Kelurahan Jagasatru. Rumah itu ambruk pada 8 November 2025 lalu.
Wakil Walikota melihat langsung kondisi rumah tersebut dan secara spontan menyerahkan bantuan perbaikan. Tak berselang lama, sekitar 15 menit kemudian, orang nomor dua di Kota Cirebon itu melanjutkan kunjungannya ke Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, tepatnya ke rumah pasangan suami istri Ismet dan Farida, warga RT 04 RW 04 Gombol Gede Dalam.
Baca Juga:Resmi Diumumkan KPK, Duo Gus Tersangka Kuota HajiBendung Cipager Jadi Titik Penting Pemantauan Potensi Banjir di Cirebon
Rumah mereka ambruk dan sementara hanya ditutup asbes. Wanita yang akrab disapa Rida itu kembali menyerahkan bantuan secara langsung untuk perbaikan rumah tersebut. Selang 15 menit berikutnya, Rida mengunjungi rumah Abdurahman, warga RT 08 RW 03 Kalijaga, yang hancur diterjang banjir dan nyaris tak bersisa.
Rumah Abdurahman berada di tepi sungai yang kerap meluap saat hujan deras. Kepada Abdurahman, Siti Farida menyerahkan bantuan uang tunai untuk perbaikan rumah. Ia juga meninjau langsung kondisi sungai yang sudah dangkal dan berpotensi mengancam rumah warga di sekitarnya.Kunjungan berlanjut ke rumah Muanah (75), warga RT 01 RW 03 Kalijaga, yang juga mengalami ambruk. Kepada keluarga Muanah, Rida kembali menyerahkan bantuan uang tunai untuk renovasi rumah. Usai penyerahan bantuan, Siti Farida Rosmawati kepada Radar Cirebon menjelaskan bahwa kegiatannya berkeliling dilakukan untuk membantu warga yang rumahnya ambruk atau tidak layak huni melalui bantuan renovasi secara pribadi.
Menurutnya, hingga akhir tahun 2025 terdapat sedikitnya 378 permohonan bantuan renovasi rumah tidak layak huni yang belum dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Sosial. Dari jumlah tersebut, baru 59 rumah yang menerima bantuan melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT), sementara sisanya belum terealisasi. Padahal, di musim hujan kondisi rumah warga semakin memprihatinkan. “Di musim penghujan seperti ini, kami juga menerima banyak laporan rumah ambruk,” tegasnya.
