Rida mengaku turun langsung menggunakan dana pribadi untuk membantu warga. “Insya Allah ini merupakan kontribusi nyata saya, karena saya prihatin melihat warga harus tinggal di rumah tanpa atap, apalagi di musim hujan,” ujarnya.
Ia pun meminta dinas terkait segera mengambil langkah cepat dalam menangani banyaknya rumah ambruk dan tidak layak huni. Ia juga mengungkapkan bahwa gaji yang diterimanya selama 11 bulan, yakni sebesar Rp5 juta per bulan, sepenuhnya diserahkan kembali kepada warga untuk membantu perbaikan rumah yang ambruk akibat banjir.
“Besaran bantuan yang diberikan bervariasi. Ada yang Rp5 juta, Rp15 juta, bahkan hingga Rp25 juta, tergantung tingkat kerusakan rumah,” pungkas Farida Rosmawati. (*)
