INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal itu dalam upaya membangun masyarakat yang beradab, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Lucky Hakim saat kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) MUI Kabupaten Indramayu yang digelar di salah satu hotel di Indramayu, belum lama ini.
Menurut Lucky, peran ulama dan MUI sangat strategis, tidak hanya sebagai mitra pemerintah, tetapi juga sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Baca Juga:Tekan Inflasi Daerah, Kwarcab Indramayu Sukseskan Gerakan Tanam CabaiPemdes di Indramayu Sikapi Penurunan Pagu Dana Desa Tahun 2026, Mayoritas Kecewa
Selain itu, MUI memiliki peran penting dalam menanamkan serta menjaga nilai-nilai agama agar tetap terimplementasi dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Ulama dan MUI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah dengan masyarakat. Sekaligus penghubung antara nilai-nilai agama dan kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Lucky Hakim.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari kemajuan fisik dan infrastruktur.
Melainkan juga dari kualitas moral, adab, dan spiritualitas masyarakatnya. Menurutnya, kecerdasan dan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan nilai-nilai etika dan keimanan.
“Banyak peradaban besar yang runtuh bukan karena tertinggal secara teknologi, tetapi karena manusianya kehilangan adab dan spiritualitas,” katanya.
Menanggapi aspirasi terkait keterbatasan anggaran hibah, khususnya bagi MUI yang saat ini hanya menerima sekitar Rp50 juta, Bupati Lucky menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat.
Ia mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu mengalami pemotongan cukup signifikan hingga mencapai Rp345 miliar.
Baca Juga:DAPAT Medali di SEA Games, Dua Atlet Sepak Takraw Asal Indramayu Dapat Penghargaan dari Presiden PrabowoDukung Program Swasembada Pangan Nasional, Polres Indramayu Gelar Panen Jagung di Mekarwaru
“Efisiensi anggaran ini berdampak pada seluruh sektor, bukan hanya MUI. Organisasi kemasyarakatan, bidang olahraga, seni, budaya, hingga media juga merasakan dampaknya,” jelasnya.
Akibat keterbatasan fiskal tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu saat ini memfokuskan penggunaan anggaran pada kebutuhan yang bersifat mendasar, terutama pembangunan infrastruktur, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bahkan, sejumlah program yang telah direncanakan sebelumnya, termasuk pembangunan sport center, terpaksa dibatalkan setelah melalui evaluasi gubernur.
