RADARCIREBON.ID- Kerusakan Jembatan Rinjani di atas Sungai Cikalong di Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kian parah. Struktur amblas dan permukaan jalan turun. Namun jembatan ini tetap dilintasi warga setiap hari di tengah keterbatasan anggaran perbaikan.
Senin siang (12/1/2026), lalu lintas tidak pernah benar-benar sepi. Sepeda motor melintas satu per satu, sebagian melambat tajam sebelum memasuki jembatan. Pengendara terlihat menggeser setang, mencari jalur paling aman di antara retakan aspal yang memanjang.
Di beberapa titik, permukaan jalan turun membentuk cekungan. Ada jarak –celah kecil– antara badan jembatan dan lapisan jalan aspal yang seolah siap menjebak ban motor jika lengah. Di mulut jembatan, papan peringatan berdiri dengan cat yang mulai kusam: HATI-HATI JALAN BERLUBANG dengan logo Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon tercetak jelas di bagian bawah.
Baca Juga:Kasus Pajak KPP Madya Jakut, KPK Sebut Kerap Terjadi Kongkalikong Pegawai Pajak dengan KonsultanDugaan Pengaturan Pajak di Sektor Pertambangan, Para Tersangka di-OTT KPK termasuk KPP Jakarta
Tepat di belakangnya, deretan pembatas plastik oranye-putih diletakkan tidak simetris, memaksa kendaraan bergantian melintas. Mobil dari dua arah tak bisa berpapasan. Salah satu harus mengalah, berhenti, menunggu ruang sempit itu kosong. Pagar besi jembatan tampak miring. Cat hitam-kuningnya terkelupas, memperlihatkan besi tua yang terpapar cuaca.
Beberapa bagian pagar penahan tampak lebih rendah dari seharusnya –tanda tanah penopang di bawahnya sudah turun. Dari sela pagar, Sungai Cikalong mengalir di bawah, diapit semak liar dan tumpukan sampah yang tersangkut di bebatuan.
Jejak kikisan air terlihat jelas di dinding penahan, menyisakan rongga yang menganga di beberapa bagian. Kondisi ini bukan cerita baru. Warga sudah hidup berdampingan dengan kerusakan jembatan tersebut sejak bertahun-tahun lalu.
Camat Harjamukti, Rd Yuki Maulana Hidayat SSTP menyebut kondisi Jembatan Rinjani sudah masuk kategori rawan setidaknya sejak dua tahun terakhir. “Jembatan di Jalan Rinjani, khususnya di atas Sungai Cikalong, kondisinya sudah rawan karena pagar penahan yang amblas. Aliran sungainya jadi kurang lancar, dan jalannya juga ikut tidak rata, ada penurunan,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Senin (12/1/2026).
Penurunan itu bukan sekadar kosmetik. Permukaan jalan yang tidak lagi sejajar membuat kendaraan mudah kehilangan keseimbangan, terutama sepeda motor. Karena itu, pemerintah setempat sejak lama memasang peringatan dan pembatas. “Sudah dikasih peringatan dari pemerintah, dari PUPR Kota Cirebon, kelurahan dan kecamatan. Pengendara diminta hati-hati, tidak ngebut. Kendaraan bertonase atau kendaraan berat juga tidak boleh melewati sana karena posisinya amblas,” kata Yuki.
