Kerusakan itu terlihat jelas. Di beberapa titik, aspal retak memanjang mengikuti arah jembatan. Di bagian sambungan, terdapat celah beberapa sentimeter antara jalan dan struktur jembatan. Celah kecil, tapi cukup berbahaya –terutama bagi pengendara motor yang melintas dengan kecepatan rendah atau saat hujan.
Di bawahnya, Sungai Cikalong terus mengalir. Setiap musim hujan, debit meningkat, menghantam dinding penahan yang sudah rapuh. Kikisan demi kikisan diduga memperparah amblasan yang kini menjalar ke badan jalan.
Sampai siang kemarin, tidak ada garis polisi. Tidak ada penutupan total. Jembatan Rinjani tetap difungsikan, dengan segala keterbatasan dan risiko. Warga melintas, menunduk waspada, berharap kerusakan itu tidak bertambah parah sebelum bantuan benar-benar datang. (ade)
