INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu resmi mengundurkan diri dari rencana menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat tahun 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah anggaran revitalisasi Sport Center (SC) Indramayu senilai Rp190 juta dicoret dalam hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat.
Padahal sebelumnya, Pemkab Indramayu telah menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah ajang olahraga disabilitas tingkat provinsi tersebut.
Baca Juga:Lucky Hakim Tegaskan Komitmen Pemda Indramayu Terus Bersinergi dengan MUIJohn Herdman Segera Diperkenalkan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia
Mundurnya Indramayu dibenarkan langsung oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat dikonfirmasi awak media.
Menurut Lucky Hakim, kondisi Sport Center Indramayu saat ini sudah tidak layak digunakan untuk menggelar event olahraga berskala provinsi.
Ia menilai, jika tetap memaksakan diri menjadi tuan rumah dengan fasilitas yang tidak memadai, hal tersebut justru berpotensi mencoreng nama baik daerah.
“Kalau kita lihat kondisi SC sekarang, sangat tidak memungkinkan untuk menggelar event besar. Fasilitasnya sudah terlalu usang.
Daripada nanti justru mengecewakan peserta dan tamu yang datang ke Indramayu, kami memilih untuk mengundurkan diri,” ujar Lucky.
Ia menambahkan, meskipun dilakukan pembenahan, perbaikan hanya akan bersifat parsial dan membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar.
Namun, menurutnya, hasil tersebut tetap tidak akan optimal dan terkesan setengah-setengah.
Baca Juga:Tekan Inflasi Daerah, Kwarcab Indramayu Sukseskan Gerakan Tanam CabaiPemdes di Indramayu Sikapi Penurunan Pagu Dana Desa Tahun 2026, Mayoritas Kecewa
“Kalaupun dibenahi, hanya di beberapa titik saja, dan biayanya bisa mencapai Rp2 miliar. Itu pun tidak akan maksimal,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Indramayu telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bandung terkait kesiapan menjadi tuan rumah Peparda Jawa Barat 2026.
Lucky menyebut, Walikota Bandung telah menyatakan kesiapan dari sisi fasilitas dan infrastruktur.
“Saya sudah berdiskusi dengan Walikota Bandung, dan beliau menyampaikan bahwa semuanya sudah siap. Jadi kami pikir lebih baik Peparda dilaksanakan di daerah yang benar-benar siap,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemkab Indramayu sempat menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Peparda Jawa Barat 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Lucky Hakim saat menerima audiensi Pengurus Daerah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat bersama jajaran pengurus di Pendopo Indramayu pada Maret 2025 lalu.
Namun, situasi berubah setelah anggaran revitalisasi Sport Center Indramayu dicoret dalam proses evaluasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
