Papap Aljun Hendro menambahkan, sebelum Liga 4 Seri 2 bergulir, Edi Suripno meminta uang pengikat. Selama persiapan dan pemusatan latihan (TC), Aljun Manajemen merasa sudah bertanggung jawab penuh mengangkat tim. Selain mendatangkan sponsor dari Jakarta, Papap mengaku juga menutupi berbagai kekurangan biaya operasional tim.
“Sementara Pak Edi tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Bahkan gaji tim pun kami yang bayar. Kalau dihitung, biaya untuk mengangkat PSIT sampai masuk enam besar itu mencapai ratusan juta rupiah,” bebernya.
Dalam perjalanan kompetisi, lanjutnya, Edi Suripno juga kerap meminta dana akomodasi, namun jarang hadir langsung mendampingi tim. “Terakhir kami dihubungi, katanya MoU akuisisi akan dibuat tanggal 5 atau 20. Tanggal 15 Januari rencananya mau kami selesaikan. Tapi tiba-tiba sudah muncul kepemimpinan baru,” katanya.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Hal senada disampaikan Sekretaris PT Puma Aljun Abadi, John. Ia menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan uang yang ditransfer ke Edi Suripno, namun yang dipersoalkan adalah adanya MoU yang sudah disepakati. “Dana yang kami keluarkan untuk membiayai PSIT di Liga 4 Seri 2 itu lebih dari ratusan juta rupiah. Kami sudah menerima draft MoU dan sedang berkonsultasi dengan notaris,” ujarnya.
Menurut John, proses di notaris dilakukan karena klub sepak bola seharusnya berada di bawah naungan PT, sementara PSIT masih berbentuk kepemilikan pribadi. “Tiba-tiba, saat kami masih berkonsultasi, muncul kabar PSIT sudah diakuisisi oleh Asep Sholeh. Pertanyaan kami, apakah beliau mengerti tentang PSIT? Kami ini sudah berjuang mengangkat PSIT sampai masuk enam besar,” katanya.
Karena itu, PT Puma Aljun Abadi merasa dirugikan dan menilai tidak ada etika serta itikad baik dalam proses tersebut. “Kami minta pertanggungjawaban. Uang dari pihak baru ke mana, lalu uang kami ke mana? Kami sudah berjuang maksimal, dari pelatih, pemain, dan operasional,” tambahnya.
Pihaknya berharap tidak ada lagi pihak yang dirugikan, mengingat proses administrasi bersama notaris sebenarnya sudah hampir rampung dan tinggal menunggu penandatanganan. “Kami sudah dalam proses waarmerking di notaris. Setelah semua beres, rencananya tanggal 15 Januari akan kami selesaikan,” tandasnya.
