Untuk layanan vaksinasi influenza, RSD Gunung Jati saat ini belum menyediakannya. Namun, pihak rumah sakit membuka kemungkinan untuk mengupayakan layanan tersebut ke depan sesuai kebutuhan dan kebijakan.
Faktor cuaca juga dinilai berperan terhadap meningkatnya risiko influenza. Memasuki masa pancaroba dan musim hujan, daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun sehingga lebih rentan terserang infeksi saluran pernapasan. “Cuaca seperti sekarang pasti berpengaruh. Daya tahan tubuh bisa menurun dan risiko flu meningkat,” ujarnya.
Terkait diagnosis super flu, dr Adetya menjelaskan bahwa pemeriksaan harus dilakukan dengan metode PCR. Secara teknis, mesin yang digunakan serupa dengan pemeriksaan Covid-19. Namun perbedaannya terletak pada reagen.
Baca Juga:Kasus Flu Meningkat di Kota Cirebon, Kadinkes: Belum Bisa Disimpulkan sebagai Super FluKasus Super Flu, Dinkes Kota Cirebon Ajak Warga Waspada, Kalau Perlu Protokol ala Covid-19
RSD Gunung Jati sudah memiliki mesin PCR, tetapi belum dilengkapi reagen khusus untuk pemeriksaan Influenza A H3N2 subclade K. Karena itu, jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, sampel harus dirujuk ke laboratorium dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Menutup keterangannya, dr Adetya kembali mengingatkan pentingnya pencegahan di tingkat masyarakat. Cuci tangan secara rutin, tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor, menggunakan masker saat batuk pilek, istirahat cukup, dan menjaga daya tahan tubuh menjadi langkah utama.
Bagi masyarakat dengan penyakit penyerta, vaksinasi influenza juga direkomendasikan sebagai upaya perlindungan tambahan.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Cirebon menyatakan kasus influenza dan ISPA masih mendominasi laporan penyakit di Puskesmas. Data EPUS per Januari 2026 menempatkan ISPA sebagai penyakit terbanyak, disusul flu biasa dan radang tenggorokan.
Meski kasus flu meningkat, Dinkes Kota Cirebon belum dapat memastikan apakah hal tersebut berkaitan dengan super flu. Pemeriksaan Influenza A H3N2 subclade K hanya dapat dilakukan di laboratorium tier 3 di tingkat provinsi karena keterbatasan reagen di daerah.
Dinas Kesehatan menilai tingkat fatalitas super flu masih di bawah Covid-19 dan menekankan pentingnya pencegahan, deteksi dini, serta penerapan PHBS untuk melindungi masyarakat dari risiko penyakit pernapasan.
“Kalau melihat datanya, memang infeksi saluran pernapasan atas termasuk flu masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak di Puskesmas,” ujar Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Siti Maria Listiawaty kepada Radar Cirebon, Jumat (9/1/2026). (ade)
