Dilintasi Sungai Cimanuk, Sukagumiwang Jadi Salah Satu Titik Tanggul Kritis

tanggul Sungai Cimanuk
MASIH AMBLAS: Kondisi tanggul Sungai Cimanuk di Blok Pulo Cangak, Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang. Saat ini, kondisinya masih amblas. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Beberapa wilayah di Kabupaten Indramayu yang dilintasi Sungai Cimanuk memiliki sejumlah titik tanggul kritis. Salah satunya berada di Kecamatan Sukagumiwang, meliputi Desa Gedangan, Desa Tersana, Desa Gunungsari, Desa Sukagumiwang, Desa Bondan, dan Desa Cibeber.

Kondisi tanggul di wilayah ini semakin mengkhawatirkan. Pada akhir tahun 2025, tanggul Cimanuk di Blok Pulo Cangak, Desa Gedangan, yang sebelumnya pernah mendapat penanganan, kembali amblas akibat hujan deras dan luapan sungai.

“Belum ada laporan masuk, nanti akan kami cek. Terima kasih atas informasinya,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Indramayu, Warhadi, saat dihubungi Radar Indramayu.

Baca Juga:Lucky Hakim Tegaskan Komitmen Pemda Indramayu Terus Bersinergi dengan MUIJohn Herdman Segera Diperkenalkan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia

Warhadi menjelaskan, Kecamatan Sukagumiwang memang termasuk salah satu wilayah yang rawan dengan tanggul kritis. Menurut catatan BPBD, terdapat 23 titik tanggul kritis di Kabupaten Indramayu yang dilintasi tiga aliran sungai, yakni Cimanuk, Cipanas, dan Cibuaya.

“Salah satunya memang di Kecamatan Sukagumiwang. Dari ketiga sungai itu, tanggul kritis paling banyak berada di sepanjang aliran Sungai Cimanuk,” ungkapnya.

Ia menambahkan, BPBD bertugas menangani aspek kemanusiaan, sementara perbaikan fisik tanggul menjadi tanggung jawab instansi terkait. Misalnya, untuk Sungai Cimanuk, penanganan berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Kami akan terus memonitor kondisi di setiap daerah, dibantu relawan desa. Ketika terjadi kejadian darurat, BPBD siap tanggap,” tegas Warhadi.

Sebelumnya, tanggul Sungai Cimanuk di Desa Gedangan, Kecamatan Sukagumiwang, kembali amblas pada akhir tahun 2025. Padahal, pada Maret 2025, tanggul tersebut sempat diperbaiki melalui pengurukan dan peninggian oleh instansi terkait. Namun, penanganan itu tidak bertahan lama karena hujan deras yang menyebabkan sungai sering meluap.

“Akhir tahun 2025 hujan terus-menerus. Sungai Cimanuk sering meluap, ditambah derasnya curah hujan membuat tanah kembali tergerus dan tanggul amblas,” jelas Kuwu Desa Gedangan, Jaelani.

Jaelani menambahkan, kondisi tanggul yang amblas membuat warga selalu waswas saat Sungai Cimanuk meluap, meskipun hingga saat ini masih aman. Namun, mengingat curah hujan yang tinggi, kerusakan tanggul bisa bertambah parah kapan saja.

0 Komentar