Sebelum terjun ke level senior internasional, Herdman sempat bekerja di berbagai peran pelatih dan pengembangan pemain, termasuk di Selandia Baru dan kemudian di Kanada.
Di mana, ia mencapai puncak kariernya dengan membawa timnas putra dan putri Kanada ke pentas global. Rekam jejak inilah yang menarik perhatian PSSI untuk mendatangkannya sebagai pelatih anyar Garuda.
TANTANGAN AWAL: MENGURAI KEGAGALAN DAN MEMBANGUN FONDASI
Sebelum resmi ditunjuk, Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, sebuah hasil yang mengecewakan komunitas sepak bola Tanah Air namun memberikan kesempatan bagi Herdman untuk melakukan evaluasi mendalam.
Baca Juga:Gara-gara Emil Audero, Juventus Kepincut, Hingga Bikin Unggahan Medsos Pakai Bahasa SundaIni Dia Sosok yang Akuisisi PSIT Kota Cirebon, Sehari-harinya sebagai Pengusaha
Dalam penuturannya, Herdman memaparkan bahwa langkah awalnya adalah mendengarkan, memahami, dan bertindak berdasarkan situasi nyata yang ada di dalam tim.
Ia menegaskan bahwa momen ini bukan sekadar tentang hasil instan, tetapi tentang bagaimana membangun struktur, sistem, dan budaya yang mampu menghasilkan performa konsisten.
Herdman ingin menciptakan fondasi kuat di semua level. Dari senior hingga U23, agar prestasi Garuda tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi berkesinambungan.
STRATEGI PEMAIN DAN NATURALISASI: LANGKAH KOMPETITIF
Salah satu strategi Herdman yang menarik perhatian publik adalah keterbukaannya terhadap kemungkinan penambahan pemain naturalisasi. Herdman menilai bahwa untuk bersaing di level dunia, timnas Indonesia membutuhkan pemain yang memiliki pengalaman di liga kompetitif internasional, serta kualitas teknis dan taktis tinggi.
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Indonesia sudah beberapa kali memanfaatkan langkah naturalisasi untuk memperkuat skuatnya, terutama pemain keturunan Belanda.
Herdman menyatakan ia tidak menutup pintu terhadap opsi naturalisasi tambahan, apalagi jika hal itu dapat meningkatkan daya saing tim di level internasional.
Ia juga menegaskan bahwa pemain yang sudah merasakan kompetisi di liga top dunia memiliki nilai tambahan dalam hal pengalaman, kecerdasan taktik, dan kemampuan membaca pertandingan, kualitas yang sangat dibutuhkan ketika tampil melawan tim kuat di level Asia maupun dunia.
PEMANGGILAN PEMAIN MUDA DAN PENDEKATAN BARU
Baca Juga:Mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional Lakukan PRISMA, sebuah Penelitian di Desa Sukasari KuninganTerjebak Macet Nataru: Mengapa Mobil Berubah Menjadi 'Oven' Termodinamika?
Selain soal naturalisasi, Herdman juga memberikan sinyal kuat bahwa dirinya akan lebih banyak memanfaatkan pemain muda Indonesia.
