Kasus Super Flu, Dinkes Kota Cirebon Ajak Warga Waspada, Kalau Perlu Protokol ala Covid-19

super flu di cirebon
Temuan kasus super flu di Jawa Barat sedang disorot. Masyarakat Kota Cirebon juga perlu waspada. Foto: Ist - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Temuan kasus super flu di Jawa Barat sedang disorot. Setidaknya, 10 kasus telah diidentifikasi sebagai dampak dari virus influenza A (H3N2) subclade K. Masyarakat diminta waspada.

Bahkan jika perlu, masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup atau protokol zaman Pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr Siti Maria Listiawaty membenarkan, keluhan kesehatan akibat virus influenza mendominasi di sepanjang tahun 2025 hingga 9 Januari 2026. Empat jenis di antaranya masuk 10 penyakit terbanyak diderita di Kota Cirebon.

Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon

Antara lain Acute Upper Respiratory Infection (Infeksi Saluran Pernapasan Akut/ISPA) nomor 1, Acute Nasopharyngitis (Common Cold/flu disertai nyeri tenggorokan) nomor 3, Acute Pharyngitis nomor 5 juga Acute Upper Respiratory Infection of Multiple and Unspecified nomor 9.

“Ada korelasi kuat antara lonjakan kasus pernapasan ini dengan potensi penyebaran flu, meskipun kami belum bisa membuktikan secara medis apakah ini masuk ke kategori A (H3N2) karena keterbatasan alat periksa tadi,” ujar Maria.

Meski begitu, Dinkes Kota Cirebon belum menemukan kasus terkonfirmasi super flu. Bisa disebabkan dua kemungkinan. Pertama kasusnya belum ada, kedua belum adanya pemeriksaan spesifik lantaran butuh reagen khusus yang saat ini tidak tersedia di Kota Cirebon.

“Pemeriksaan super flu membutuhkan reagen tertentu yang saat ini hanya tersedia di Labkesmas Tingkat 3 atau di tingkat provinsi. Jadi, di Kota Cirebon bisa jadi ada kasusnya, namun belum bisa terkonfirmasi secara spesifik apakah itu varian H3N2 atau bukan,” jelasnya.

Oleh karena itu, Maria mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup sehat serta protokol kesehatan ketat bagi warga yang sedang flu, batuk, bersin atau mengalami penurunan imunitas tubuh.

Upaya yang bisa dilakukan seperti gunakan masker bagi yang sedang batuk, bersin, atau berada di kerumunan. Membudayakan cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, istirahat cukup, konsumsi gizi seimbang, hindari stres, olahraga rutin serta cek kesehatan berkala dengan memanfaatkan layanan kesehatan seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Ia menambahkan, bagi warga yang terdampak genangan atau banjir, segera bersihkan diri dan lingkungan setelah kontak dengan air banjir. Pengguna jalan juga diimbau selalu siap sedia jas hujan.

0 Komentar