Matangkan Transformasi Digital, Pemkab Indramayu Perkuat SPBE

Diskominfo Indramayu
TRANSFORMASI: Plt Kepala Diskominfo Indramayu, Atang Suwandi, saat mewakili Bupati Indramayu di acara Person of The Year yang diselenggarakan Radar Cirebon. Saat ini, Pemkab Indramayu terus mengembangkan Super Apps Wong Reang untuk memperkuat SPBE. Foto: ANANG SYAHRONI – RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus mematangkan langkah transformasi digital.

Salah satunya melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu, Atang Suwandi menyampaikan bahwa berbagai inovasi tengah dikembangkan.

Mulai dari integrasi layanan melalui Super Apps, hingga pemanfaatan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga:Lucky Hakim Tegaskan Komitmen Pemda Indramayu Terus Bersinergi dengan MUIJohn Herdman Segera Diperkenalkan sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia

“Atau langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi merupakan strategi yang didukung landasan hokum. Seperti Peraturan Bupati tentang Satu Data Indramayu dan pengelolaan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK),” ujarnya.

Atang menjelaskan, transformasi digital ini bertujuan agar seluruh aplikasi pemerintah daerah tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam satu sistem andal yang bisa dimanfaatkan masyarakat Indramayu dalam berbagai layanan.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah Super Apps Wong REANG, yang dikembangkan sebagai aplikasi satu pintu bagi warga untuk mengakses berbagai layanan.

Beberapa fitur unggulannya antara lain: “Sehat Yu” untuk layanan kesehatan, “Pasar Yu” untuk informasi harga pasar, serta layanan administrasi kependudukan dan perizinan.

“Kami juga memiliki ‘Nyai’, asisten digital berbasis agentic AI yang mampu membantu masyarakat secara aktif. Berbeda dengan chatbot biasa, Nyai bisa mengecek status perizinan hingga memandu pembayaran pajak daerah secara real time,” kata Atang.

Selain teknologi, Atang menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Transformasi digital tidak hanya soal perangkat dan sistem, tetapi juga kesiapan ASN dan masyarakat sebagai pengelola maupun pengguna layanan. Program peningkatan literasi digital terus dijalankan agar SPBE berjalan efisien, transparan, dan akuntabel.

“Upaya ini membuahkan hasil positif. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 menempatkan Indramayu pada kategori tinggi dengan skor 47,32 poin,” ujarnya.

Baca Juga:Tekan Inflasi Daerah, Kwarcab Indramayu Sukseskan Gerakan Tanam CabaiPemdes di Indramayu Sikapi Penurunan Pagu Dana Desa Tahun 2026, Mayoritas Kecewa

Ke depan, Pemkab Indramayu menargetkan seluruh layanan publik menyatu dalam satu ekosistem digital.

Tujuannya, meminimalkan duplikasi sistem, memaksimalkan anggaran daerah, serta mewujudkan visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) demi kesejahteraan masyarakat. (oni)

0 Komentar