KTNA Siap Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Indramayu

KTNA Kabupaten Indramayu
MENDUKUNG: Pengurus dan anggota KTNA Kabupaten Indramayu menyatakan kesiapan menyukseskan program swasembada pangan berkelanjutan, kemarin (14/1). Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu menyatakan kesiapan mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kesiapan pengurus dan anggota KTNA Kabupaten Indramayu dalam membahas program percepatan Musim Tanam (MT) di wilayah Indramayu.

Ketua KTNA Kabupaten Indramayu, H Sutatang mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satunya dengan mendorong percepatan tanam untuk Musim Tanam (MT) 1 tahun 2026.

Baca Juga:Yoga Hardiansyah Terpilih sebagai Ketua INASSOC Kabupaten IndramayuDilintasi Sungai Cimanuk, Sukagumiwang Jadi Salah Satu Titik Tanggul Kritis

“Ada beberapa langkah yang kami lakukan untuk mendukung program strategis swasembada pangan, di antaranya percepatan tanam pada MT 1 tahun 2026,” ujar Sutatang, Rabu (14/1/2026).

Selain itu, KTNA juga mendorong penggunaan varietas unggul baru serta optimalisasi penanganan pascapanen melalui pemanfaatan mekanisasi pertanian guna mempercepat proses pengolahan dan produksi.

Sutatang menjelaskan, setidaknya terdapat empat aspek utama dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Pertama, aspek sosial dan ekonomi.

Kedua, diversifikasi pangan. Ketiga, aspek ekologi melalui penerapan sistem pertanian ramah lingkungan. Keempat, aspek ketahanan dan gizi.

“Intinya, swasembada pangan berkelanjutan adalah membangun sistem pangan yang berdaulat, kuat, adil, dan lestari, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Dukungan pemerintah daerah juga dinilai sangat penting, mulai dari penyediaan benih padi varietas unggul, pembangunan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani dan sistem irigasi, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk penanganan pascapanen.

Baca Juga:Matangkan Transformasi Digital, Pemkab Indramayu Perkuat SPBEPT Harum Bina Wisata Manasik Umrah 

“Untuk percepatan MT 1, kami menargetkan seluruh wilayah Indramayu seluas 135.000 hektare sudah tertanam pada pertengahan Februari 2026. Pelaksanaannya akan dikawal langsung oleh para ketua dan anggota KTNA di setiap kecamatan,” tambahnya.

Ia berharap, dengan komitmen seluruh anggota KTNA Kabupaten Indramayu serta dukungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), program prioritas swasembada pangan berkelanjutan dapat tercapai.

0 Komentar