RADARCIREBON.ID – Tiba-tiba di sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Cirebon dipenuhi dengan ceceran tanah galian C. Padahal, sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi inspeksi mendadak (sidak) di Kabupaten Kuningan.
Salah satu ruas yang banyak ceceran tanah adalah jalan utama Kuningan – Cirebon. Jalan tersebut sebelumnya dilalui oleh sosok gubernur yang akrab dipanggil Kang Dedi Mulyadi (KDM) ketika berkunjung ke Kuningan.
Namun lucunya, ceceran tanah itu banyak dijumpai di Kabupaten Cirebon dan sebagian Majalengka. Akibatnya apakah hal itu kesengajaan? Karena KDM ketika ke Kuningan yang disidak KDM adalah galian C tanpa izin di kaki Gunung Ciremai?
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Setidaknya ada 2 ruas jalan yang banyak ditemui ceceran tanah galian C. Yang sangat mencolok adalah di jalan raya wilayah Kecamatan Beber.
Ceceran itu bisa dijumpai dari tugu perbatasan Cirebon – Kuningan hingga di Ciperna. Bahkan sampai ke dekat pintu tol Ciperna pun masih tampak sisa-sisanya.
Kemungkinan besar, ketika sidak ke Kuningan, KDM melintasi jalan raya tersebut. Karena jalur itu merupakan jalan utama untuk menuju Kuningan. Terutama apabila melalui pintu tol Ciperna.
Kemudian ceceran yang lumayan masif juga dijumpai di jalan Cirebon – Majalengka. Terutama di wilayah Kecamatan Dukupuntang hingga Sidawangi, Majalengka.
Karena itu banyak pihak yang melintasi jalan raya Kuningan – Cirebon untuk berhati-hati. BaikItu para pengemudi mobil, motor dan sepeda, terutama ban kecil.
Seperti pemantauan Radar Cirebon, Jumat, 16 Januari 2026, tanah yang berceceran itu, sebagian memang sudah mengering. Namun, sebagian lagi tampak masih basah. Ceceran itu nyaris memenuhi setengah badan jalan.
Ceceran yang sudah mengering, membuat pengendara tidak nyaman. Namun yang masih basah, sangat licin bila dilintasi. Apalagi jika terkena air akibat gerimis.
Baca Juga:KDM Siap Jemput 45 Warga Jabar yang Terjebak Banjir AcehKDM – PT KAI Jalin Kerjasama, Bakal Ada Kereta Api Tani Mukti Rute Cirebon – Jakarta
Seharusnya pengangkut galian C bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang ramai kendaraan itu. Begitu pula pihak kepolisian bisa bergerak cepat menertibkan kendaraan penebar tanah di jalanan itu.
“Bahaya ini, kalau hujan licin. Harusnya truk-truk yang memuat tanah dilarang,” tulis seorang nitizen di kolom komentar Instagram Radar Cirebon.
