INDRAMAYU – Wakil Bupati Indramayu, H Syaefudin menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu untuk terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Bank Indonesia (BI).
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
Hal itu disampaikan Wabup Syaefudin saat mewakili Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam acara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon, belum lama ini.
Baca Juga:Merespons Sikap Yaya Anggota DPRD dari Fraksi PKS, Pengamat: DPRD Bukan Juru Bicara BupatiRangga Gumilar Promosi Jabatan, Inilah Formasi Baru Dishub Kuningan
Ia berharap, kepemimpinan baru BI Cirebon dapat melanjutkan tren positif. Khususnya dalam pengendalian inflasi daerah serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indramayu.
“Kerja sama antara Pemkab Indramayu dan Bank Indonesia sangat krusial, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Selain itu, juga untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran di pasar-pasar tradisional dan sektor pariwisata,” ujarnya.
Selain isu inflasi, Syaefudin menyoroti pentingnya dukungan Bank Indonesia dalam sektor ketahanan pangan.
Menurutnya, sebagai lumbung padi nasional, Indramayu membutuhkan pendampingan berkelanjutan bagi petani dan pelaku industri pengolahan pangan, terutama terkait akses pembiayaan dan pemanfaatan teknologi.
“Kami berharap BI Cirebon tetap konsisten memberikan pendampingan kepada petani dan pelaku UMKM pangan agar lebih berdaya saing,” katanya.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat BI Cirebon yang baru dikukuhkan. “Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (oni)
