Dedikasi Sosial Berbuah Penghargaan, Bupati Kuningan Raih Anugerah Social Worker Indonesia Teladan

Konferensi Nasional dan Anugerah Social Worker Teladan Berprestasi Indonesia
TELADAN: Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar menerima penghargaan dalam rangkaian Konferensi Nasional dan Anugerah Social Worker Teladan Berprestasi Indonesia (Konaswi) di Kampus Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Sabtu (17/1). Foto: Humas setda kuningan 
0 Komentar

KUNINGAN–Komitmen kuat terhadap pembangunan kesejahteraan sosial, kemanusiaan, dan inklusivitas mengantarkan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar meraih Anugerah Social Worker Indonesia Teladan Berprestasi.

Penghargaan prestisius tersebut diterima dalam rangkaian Konferensi Nasional dan Anugerah Social Worker Teladan Berprestasi Indonesia (Konaswi) di Kampus Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Sabtu (17/1/2026).

Anugerah ini diberikan Social Worker Indonesia dalam Pengembangan Masyarakat (Swipam) bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Pendidikan Sosial Indonesia (Yapsi), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata kepala daerah dalam pengembangan kebijakan kesejahteraan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga:Gudang Plastik di Ciawigebang Terbakar, Pemiliknya Rugi SeginiWarga Kuningan Silakan Lapor ke Hotline Pengaduan MBG 

Ketua Dewan Pengurus Swipam, Prof Dr Jusman Iskandar MS menegaskan, bahwa penetapan penerima anugerah dilakukan melalui proses penelitian dan pengkajian mendalam.

“Penetapan ini merupakan hasil penelitian dan kajian hampir satu tahun oleh Yapsi dan DPP Swipam terhadap kiprah para pekerja sosial di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Prof Jusman, Bupati Dian dinilai berprestasi sebagai social worker dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pembangunan sosial yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemuliaan martabat manusia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kuningan juga menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Kebijakan Pemerintahan dan Pembangunan Sosial di Kabupaten Kuningan. Hal itu dipaparkan di hadapan para pekerja sosial dan akademisi dari berbagai daerah.

Dalam orasinya, Bupati Dian menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari kemajuan fisik atau angka pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan yang kehilangan empati hanyalah kemajuan yang hampa. Pembangunan sejati diukur dari seberapa banyak manusia yang kita bangkitkan,” tegasnya.

Salah satu kebijakan unggulan yang disorot adalah Program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Dhuafa, Lanjut Usia, dan Pengangguran). Program ini mendorong perubahan paradigma dari bantuan sosial yang bersifat karitatif menuju pemberdayaan yang bermartabat dan berkelanjutan.

Baca Juga:Perkuat Silaturahmi Antarkampus, UMK Studi Banding ke Himatik IPB CirebonDuh! Usai Kunjungan KDM ke Kuningan, Ceceran Tanah Galian C Justru Penuhi Jalanan di Cirebon

Melalui Gema Sadulur, lanjut Bupati Dian, negara hadir tidak hanya sebagai penyalur bantuan, tetapi sebagai penggerak jejaring kepedulian antara pemerintah, lembaga kesejahteraan sosial, relawan, dan masyarakat.

“Fakir miskin, lansia, penyandang disabilitas, penganggur, dan kelompok rentan lainnya tidak kami pandang sebagai beban, melainkan sebagai warga negara yang memiliki hak untuk bangkit,”ujarnya.

0 Komentar