INDRAMAYU – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Indramayu sejak Sabtu (17/1/2026) malam hingga Minggu (18/1/2026) dini hari, menyebabkan puluhan rumah warga di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, terendam air. Genangan air terjadi di dua wilayah, yakni Blok Gudang dan Blok Pendowo, dengan ketinggian air bervariasi mulai dari mata kaki hingga betis orang dewasa.
Penjabat (Pj) Kuwu Jatibarang Baru, Sarka SIP MSi mengatakan bahwa hujan deras yang terjadi hampir merata di wilayah Indramayu, khususnya Kecamatan Jatibarang, membuat saluran pembuangan air tidak mampu menampung debit air hujan.
“Minggu dini hari hujan turun sangat deras. Kami melihat saluran air mulai meluap, sehingga pemerintah desa langsung mengumumkan siaga kepada masyarakat karena air mulai masuk ke permukiman warga, terutama di Blok Pendowo dan Blok Gudang,” ujarnya.
Baca Juga:Wakil Bupati Minta UMKM Indramayu Terus Didukung Bank IndonesiaGudang Plastik di Ciawigebang Terbakar, Pemiliknya Rugi Segini
Meski air menggenangi lingkungan permukiman, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing. Pasalnya, genangan air belum sampai masuk ke dalam rumah dan hanya menggenangi teras serta jalan-jalan di sekitar permukiman.
“Kami bersama Muspika Jatibarang langsung melakukan pengecekan ke lapangan untuk memastikan sumber air serta memantau kondisi saluran drainase, apakah ada sumbatan yang menyebabkan aliran air menjadi lambat,” kata Sarka.
Ia juga mengimbau kepada seluruh warga Desa Jatibarang Baru agar meningkatkan kewaspadaan, terutama jika cuaca kembali memburuk dengan hujan deras disertai angin kencang. Selain itu, masyarakat diminta untuk turut memperhatikan dan menjaga kebersihan saluran pembuangan air.
“Saling menjaga dan tetap waspada. Mudah-mudahan hujan deras tidak kembali terjadi sehingga genangan air bisa segera surut dan aktivitas warga, khususnya di dua blok ini, dapat kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Ikin, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap wilayah permukiman yang terdampak banjir.
“Jumlah rumah yang terdampak sekitar 70 unit. Saat ini air masih menggenangi jalan-jalan, namun kondisinya sudah menunjukkan perkembangan karena debit air mulai berangsur surut,” jelasnya, kemarin siang. (oni)
