MAROKO – Harapan Mohamed Salah untuk kembali mengangkat trofi Piala Afrika harus kembali kandas. Timnas Mesir menutup kiprah mereka di Piala Afrika 2025 dengan finis di posisi keempat setelah gagal merebut peringkat ketiga.
Mesir harus mengakui keunggulan Nigeria dalam laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Mohamed V, Casablanca, Minggu (18/1) dini hari WIB. Duel berjalan alot dan berakhir tanpa gol sepanjang waktu normal. Tanpa melalui babak tambahan, pertandingan langsung ditentukan lewat adu penalti.
Pada babak tos-tosan, kiper Nigeria Stanley Nwabali tampil gemilang. Ia sukses menggagalkan dua eksekusi awal Mesir yang dilepaskan oleh Mohamed Salah dan Omar Marmoush. Keberhasilan tersebut menjadi titik balik bagi Nigeria. Ademola Lookman kemudian memastikan kemenangan timnya lewat tendangan penalti penentuan.
Baca Juga:Wakil Bupati Minta UMKM Indramayu Terus Didukung Bank IndonesiaGudang Plastik di Ciawigebang Terbakar, Pemiliknya Rugi Segini
Kekalahan ini kembali menjadi luka bagi Salah yang harus menunda mimpinya menjuarai Piala Afrika. Rasa pahit itu semakin terasa karena rival lamanya, Sadio Mane, kembali hadir dalam kisah kegagalan Mesir. Senegal, tim yang diperkuat Mane, sebelumnya menyingkirkan Mesir di babak semifinal.
Bagi Salah, kegagalan ini bukan yang pertama. Penyerang andalan Liverpool tersebut telah dua kali melangkah ke final Piala Afrika, namun selalu berakhir sebagai runner-up. Turnamen kali ini pun kembali ditutup tanpa gelar, dengan Mesir harus puas menempati peringkat keempat.
Meski gagal naik podium, Mesir tetap membawa pulang keuntungan besar dari sisi finansial. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memastikan Mesir memeroleh hadiah uang sebesar USD 2,5 juta atau sekitar Rp40 miliar sebagai tim semifinalis, jumlah yang sama dengan yang diterima Nigeria.
Total hadiah Piala Afrika 2025 sendiri mengalami peningkatan signifikan. Juara turnamen berhak atas USD 10 juta, sementara runner-up memperoleh USD 4 juta. Tim-tim yang mencapai perempat final, 16 besar, hingga peringkat ketiga terbaik fase grup juga tetap mendapatkan hadiah dengan nilai bertingkat.
Selain hadiah uang, Mesir juga akan menerima penghargaan administratif berupa diploma resmi dari CAF sesuai regulasi Piala Afrika.
Di sisi lain, Mohamed Salah kini bersiap kembali memperkuat Liverpool dalam situasi klub yang belum sepenuhnya stabil. Penyerang berusia 32 tahun itu meninggalkan Inggris di tengah suasana yang kurang kondusif setelah melontarkan kritik terbuka usai hasil imbang melawan Leeds United pada Desember lalu.
