Timnas Senegal Juara Piala Afrika 2025, Kalahkan Maroko 1-0 dengan Dramatis

Timnas Senegal
GAGAL: Aksi Brahim Diaz yang gagal mengeksekusi tendangan penalti ala panenka. Timnas Senegal memastikan diri sebagai juara Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan tuan rumah Maroko 0-1 pada pertandingan final, Senin (19/1) dini hari WIB. Foto: Instagram AFCONN 2025
0 Komentar

RABAT – Kisah tak biasa mewarnai keberhasilan Senegal menjuarai Piala Afrika 2025. Tim berjuluk Singa Teranga itu memastikan gelar juara setelah menundukkan tuan rumah Maroko pada partai final yang berlangsung dramatis, Senin (19/1) dini hari WIB. Gol semata wayang kemenangan Senegal dicetak oleh Pape Gueye.

Meski demikian, laga puncak tersebut justru lebih banyak dibicarakan karena insiden walk out (WO) yang sempat dilakukan para pemain Senegal. Aksi itu terjadi setelah Maroko memeroleh hadiah penalti usai wasit menilai El Hadji Malick Diouf melakukan pelanggaran di area terlarang, berdasarkan hasil tinjauan VAR.

Dikutip dari The Guardian, keputusan penalti tersebut memicu reaksi keras dari kubu Senegal. Pelatih Pape Thiaw disebut meminta para pemainnya meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes. Namun, kapten tim Sadio Mane menolak ikut serta dan berupaya membujuk rekan-rekannya agar kembali melanjutkan pertandingan. Insiden ini membuat laga terhenti cukup lama.

Baca Juga:TI Kota Cirebon Gelar Seleksi PPLPD Selama Dua HariDedikasi Sosial Berbuah Penghargaan, Bupati Kuningan Raih Anugerah Social Worker Indonesia Teladan

Setelah melalui perundingan yang alot, pemain dan ofisial Senegal akhirnya kembali ke lapangan. Akibat kejadian tersebut, pertandingan sempat tertunda sekitar 15 menit.

Tindakan walk out itu jelas dinilai tidak sesuai aturan dan berpotensi berujung sanksi bagi pihak Senegal. Meski demikian, muncul anggapan bahwa aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan yang telah lama dirasakan tim Senegal selama turnamen.

Masih mengacu pada sumber yang sama, Senegal sebelumnya telah melayangkan protes terkait minimnya pengamanan saat tiba di Stasiun Agdal, Rabat, pada Sabtu (17/1) pagi. Mereka juga mengeluhkan jatah tiket yang hanya sekitar 2.800 lembar untuk pendukung Senegal di stadion berkapasitas 69.500 penonton pada laga final.

Tak hanya itu, Senegal juga memutuskan pindah hotel karena menilai, akomodasi awal tidak layak. Mereka pun merasa tidak nyaman ketika diminta menjalani sesi latihan di Kompleks Mohammed VI di Sale, pinggiran Rabat, karena khawatir aktivitas tim diawasi.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Senegal terkait insiden walk out tersebut. Situasi memanas saat konferensi pers pasca pertandingan. Di mana, Pape Thiaw mendapat tekanan dan kecaman dari jurnalis Maroko, hingga akhirnya memilih meninggalkan ruangan tanpa memberikan keterangan.

0 Komentar