RADARCIREBON.ID – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, meminta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran yang ditargetkan mulai berjalan Maret 2026 disiapkan secara matang agar tepat sasaran dan mudah diakses.
Menurut Netty, KUR Pekerja Migran dapat menjadi solusi pembiayaan biaya penempatan yang lebih terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan calon pekerja migran pada pinjaman informal.
“Skema pembiayaan harus sederhana dan mudah diakses agar calon pekerja migran tidak terbebani sejak awal,” kata Netty, Senin (19/1/2026).
Baca Juga:Momen Nataru, JNE Cirebon Banjir Kiriman PaketJalin Sinergi Lewat Senam Bersama
Ia juga menilai pengalihan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) ke Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) perlu dibarengi dengan penguatan koordinasi agar program cepat terealisasi di lapangan.
Netty menyoroti masih rendahnya serapan KUR Pekerja Migran dibandingkan alokasi anggaran yang tersedia. Menurutnya, hal itu menunjukkan perlunya evaluasi, terutama dalam hal sosialisasi, pendampingan, dan kesiapan perbankan menjangkau calon pekerja migran di daerah.
“Banyak calon pekerja migran berada di wilayah dengan akses informasi dan layanan keuangan terbatas. Ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Cirebon–Indramayu ini menegaskan Komisi IX DPR RI akan terus memantau pelaksanaan KUR Pekerja Migran sebagai bagian dari upaya memperkuat pelindungan pekerja migran dari pra-penempatan hingga purna penempatan. (abd)
