Lebih lanjut Sadewo menekankan bahwa pariwisata merupakan kerja imajinasi yang menuntut keindahan, pelayanan, serta rasa memiliki terhadap keunggulan daerah. Hal tersebut harus mampu mendorong peningkatan kualitas SDM dan pengembangan potensi lokal, khususnya di sektor pariwisata.
“Jika swastanisasi memang menjadi opsi terakhir, maka prosesnya harus transparan. Pihak swasta yang terlibat harus memiliki rekam jejak baik, kemampuan SDM, serta kekuatan finansial. Yang paling penting, tetap mengutamakan kepentingan masyarakat Indramayu sebagai tenaga kerja dan memperkuat sinergi antar-stakeholder pariwisata,” pungkasnya. (oni)
