Benfica tak pernah kalah, termasuk kemenangan atas Napoli di Lisbon pada matchday keenam. Secara keseluruhan, Benfica unggul jauh atas Juventus dengan tujuh kemenangan dari sembilan laga, termasuk tiga kemenangan beruntun terakhir.
Performa Benfica di awal 2026 memang belum sepenuhnya konsisten. Kemenangan atas Estoril dan Rio Ave diiringi kekalahan dari Braga dan Porto.
Namun mereka menutup tahun 2025 dengan impresif, yakni 11 pertandingan tanpa kekalahan, delapan di antaranya berakhir dengan kemenangan, termasuk dua kemenangan berturut-turut di Liga Champions.
Baca Juga:Apa Pilihanmu setelah Lulus SMA? Berikut Pendapat Sobat ZetizenIni Cara Menghadapi Kesulitan Merancang Masa Depan Versi Sobat Zetizen
Saat ini Benfica menempati peringkat ke-25 klasemen fase liga. Peluang lolos otomatis hampir tertutup, tetapi finis di zona 24 besar yang mengantar ke play-off masih sangat terbuka.
Oleh karena itu, laga di Turin menjadi sangat menentukan bagi Jose Mourinho dan anak asuhnya.
Juventus relatif minim masalah cedera. Hanya Daniele Rugani dan Dusan Vlahovic yang dipastikan absen.
Tanpa kehadiran Vlahovic, tumpuan gol akan berada di pundak Jonathan David dan Weston McKennie, yang masing-masing telah mencetak dua gol di Liga Champions musim ini.
Selain itu, Kenan Yildiz layak menjadi sorotan. Pemain muda tersebut mencatat assisst dalam dua laga terakhir dan telah mengoleksi empat assisst sepanjang kompetisi, menjadikannya penggerak utama kreativitas lini depan Juventus.
Di kubu Benfica, Dodi Lukebakio, Alexander Bah, dan Richard Rios dipastikan absen. Meski demikian, Mourinho masih bisa mengandalkan sebagian besar pemain intinya.
Vangelis Pavlidis akan menjadi andalan di lini serang. Meski sudah mengoleksi 17 gol di liga domestik, penyerang asal Yunani itu baru mencetak satu gol di Liga Champions dan berambisi menambah pundi-pundi golnya di Allianz Stadium. (net)
