Ratusan Rumah di Desa Bangkaloa Ilir Indramayu Masih Terendam Banjir, Warga Memilih Bertahan

Desa Bangkaloa Ilir
PILIH BERTAHAN: Warga Desa Bangkaloa Ilir tetap beraktivitas di tengah genangan banjir yang merendam permukiman, Senin (19/1/2026). Foto: ANANG SYAHRONI / RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Sebanyak 110 rumah di Desa Bangkaloa Ilir, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, masih terendam banjir sejak Minggu (18/1/2026). Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu.

Meski demikian, sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing hingga Senin (19/1/2026).

Kuwu Desa Bangkaloa Ilir, H Mislam menjelaskan bahwa banjir yang merendam 110 rumah di Blok Pande, tepatnya di RT 16, RT 17, dan RT 18, hingga kini belum sepenuhnya surut. Meski terdapat sekitar 153 warga yang terdampak, tidak ada satupun yang mengungsi ke tempat lain.

Baca Juga:Pemkab Indramayu Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Ekonomi DaerahDuh… Gagal Lagi, Gagal Lagi! Mesir Gagal Jadi Juara Ketiga Piala Afrika 2025, Ini Penyebabnya

“Warga masih bertahan di rumah karena ketinggian air relatif rendah, sekitar 5 hingga 15 sentimeter. Aktivitas di dalam rumah masih bisa dilakukan meskipun terbatas,” ujar Mislam.

Menurutnya, genangan air paling parah terjadi di akses jalan dan gang lingkungan di tiga RT tersebut, dengan ketinggian air di sejumlah titik mencapai lebih dari 10 sentimeter. Banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Indramayu, termasuk Desa Bangkaloa Ilir, sejak Sabtu (17/1/2026) sore hingga Minggu (18/1/2026) pagi.

Selain faktor hujan deras, Mislam menyebut, tersumbatnya saluran air turut memperparah kondisi banjir. Saluran drainase di wilayah tersebut tidak berfungsi optimal akibat dampak proyek Rentang Irigasi Modern (RIM) Sungai Cipelang yang merupakan program Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung.

“Akibat normalisasi sungai tersebut, saluran air menjadi tersumbat. Saat debit air meningkat karena hujan deras, air tidak tertampung dan akhirnya meluap hingga menggenangi rumah warga,” jelasnya.

Saat ini, Pemerintah Desa Bangkaloa Ilir terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Indramayu dan Dinas Sosial untuk melakukan pendataan serta asesmen dampak banjir. Sekaligus menyiapkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak di tiga RT tersebut.

“Kami masih melakukan pemantauan secara intensif. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Mudah-mudahan air segera surut,” katanya.

Sementara itu, petugas Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Ikin, mengatakan dampak hujan lebat pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari masih dirasakan di Desa Bangkaloa Ilir. Salah satu penyebab utamanya adalah terhambatnya saluran pembuangan akibat proyek RIM Sungai Cipelang.

0 Komentar