RADARCIREBON.ID – Pandi SE kembali terpilih sebagai Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cirebon.
Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dekopinda periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dekopinda 2025 yang digelar di salah satu hotel di kawasan Kedawung, Cirebon, Selasa (20/1/2026).
Pandi terpilih untuk ketiga kalinya itu tak lepas dari tantangan besar yang tengah dihadapi gerakan koperasi di Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Transparan dan Akuntabel, Baznas Kabupaten Cirebon Raih Opini WTP Laporan Keuangan 2025Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan Benca
Kepada Radar Cirebon, Pandi mengaku, kembali terpilih sebagai Ketua Dekopinda ini bukanlah tanggung jawab ringan, terlebih dengan pesatnya pertumbuhan koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Amanah ini harus saya terima, meskipun berat. Di sisi lain, jumlah koperasi di Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan yang cukup signifikan, khususnya Koprasi desa merah putih (KDMP),” ujar Pandi.
Kedepan, kata Pandi, pihaknya akan melanjutkan sekaligus memperkuat berbagai program yang telah dirancang, dengan fokus utama pada pembinaan koperasi. Sinergi antara Dekopinwil Jabar dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi.
“Melalui kemitraan dengan pemerintah, kami menargetkan pembinaan terhadap lebih dari 1.000 koperasi di Kabupaten Cirebon, terutama KDMP yang sudah berdiri di seluruh desa,” jelasnya.
Selain penguatan kelembagaan, mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon itu juga menaruh perhatian serius pada praktik bank emok yang masih marak di masyarakat. Menurutnya, praktik tersebut merugikan dan bertentangan dengan semangat koperasi.
“Kami akan ikut mendorong penertiban bank emok karena jelas memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Dekopinda juga akan mendorong koperasi yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) agar segera memenuhi kewajibannya.
Baca Juga:Pemkab Cirebon Susun RKPD 2027, Jigus Minta Fokus Infrastruktur dan Hilirisasi DaerahHaji 2026: Kemenhaj Terapkan Dua Gelombang agar Pergerakan di Tanah Suci Tak Tumpang Tindih
Pendampingan penyusunan laporan keuangan akan dilakukan sebagai langkah awal menuju RAT yang sehat dan tertib administrasi. “Pendampingan ini penting agar koperasi benar-benar berjalan sesuai aturan,” terangnya
Di periode yang ketiga ini, lajut Pandi, pihaknya juga akan menyesuaikan dengan perkembangan zaman, salah satunya menargetkan digitalisasi koperasi, khususnya KDMP, agar mampu bersaing dan beradaptasi di era ekonomi digital.
“Koperasi tidak boleh tertinggal. Digitalisasi menjadi kebutuhan agar koperasi bisa berkembang dan menjangkau lebih luas” tandasnya.
