Baru 96 Desa Digital, Pemkab Cirebon Kejar Target 414 Desa Bestatus Smart Village di 2029

program smart village
SOSIALISASI DESA CERDAS: Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman saat memberikan sambutan dalam acara penutupan kegiatan sosialisasi program smart village di ruang Setda Kabupaten Cirebon, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan seluruh desa di wilayahnya telah berstatus smart village atau desa digital pada tahun 2029. Target tersebut diselaraskan dengan akhir masa jabatan bupati dan wakil bupati Cirebon.

Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman mengatakan, hingga saat ini baru 96 desa yang telah menerapkan program smart village. Jumlah tersebut masih jauh dari total 414 desa yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Target kami pada 2029 seluruh desa di Kabupaten Cirebon sudah menjadi smart village. Ini merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten,” ujar Agus Kurniawan Budiman

Baca Juga:Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan BencaPemkab Cirebon Susun RKPD 2027, Jigus Minta Fokus Infrastruktur dan Hilirisasi Daerah

Menurut pria yang akrab disapa Jigus itu, penerapan desa digital sangat penting mengingat luas wilayah Kabupaten Cirebon serta besarnya jumlah desa.

Dengan dukungan sistem digital, pelayanan publik diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, cepat, dan akurat.

Salah satu manfaat utama smart village, lanjut Jigus, terletak pada pengelolaan data kependudukan.

Data yang terintegrasi akan memudahkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan, termasuk dalam menjalankan program pengentasan kemiskinan agar lebih tepat sasaran.

“Data yang valid dan terintegrasi sangat membantu, baik untuk penanganan kemiskinan, perencanaan pembangunan, maupun pelayanan masyarakat lainnya,” jelasnya.

Selain itu, penerapan desa digital juga berdampak signifikan pada sektor kesehatan. Mulai dari pendataan warga, pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, hingga penyaluran bantuan dan layanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Di bidang kesehatan dan sektor lainnya, desa digital sangat membantu. Pemerintah desa bisa bekerja lebih cepat, sementara masyarakat juga lebih mudah mengakses layanan,” kata Agus.

Baca Juga:Haji 2026: Kemenhaj Terapkan Dua Gelombang agar Pergerakan di Tanah Suci Tak Tumpang Tindih  OTT KPK di Madiun dan Pati, Dua Kepala Daerah Terjaring

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkab Cirebon akan terus mendorong percepatan program smart village melalui pendampingan desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan aparatur desa dan perubahan pola kerja. Semua akan kami siapkan secara bertahap,” pungkasnya. (den)

0 Komentar