Sebelumnya, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kuningan Emup Muplihudin menjelaskan bahwa pembangunan musala didasari tiga hal utama: penguatan nilai keagamaan dalam pemerintahan, kebutuhan sarana ibadah yang layak, serta kepedulian penuh seorang donatur yang membiayai pembangunan tanpa syarat.
Acara peresmian juga dirangkai dengan santunan kepada 58 anak yatim dan duafa, simbol usia bupati, serta tausiah dan doa bersama yang dipimpin Syekh Akbar Muhammad Fathurrahman.
Siraman rohani tersebut menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal dan memakmurkan rumah Allah SWT, siapa pun dan di mana pun posisinya. (ags)
