Film Penerbangan Terakhir Ungkap Skandal Dunia Penerbangan

Film Penerbangan Terakhir
KISAH SKANDAL: Film Penerbangan Terakhir mengangkat kisah skandal dan manipulasi di dunia penerbangan. Foto: VMS Studio for Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Mengangkat kisah skandal di dunia penerbangan, VMS Studio mempersembahkan film drama berjudul Penerbangan Terakhir. Film ini mengajak penonton mengenali modus laki-laki manipulatif yang kerap bersembunyi di balik citra dan kewibawaan seragam.

Film ini telah lebih dulu tayang di Cirebon, tepatnya di CSB XXI, pada 11 Januari 2026, dan mulai tayang reguler secara serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Januari 2026.

Diproduseri Tony Ramesh dengan produser eksekutif Shalu T.M. serta disutradarai Benni Setiawan, Penerbangan Terakhir menghadirkan cerita yang relevan dengan berbagai kasus skandal dunia penerbangan yang belakangan viral di media sosial. Film ini dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghni Haque.

Baca Juga:Transparan dan Akuntabel, Baznas Kabupaten Cirebon Raih Opini WTP Laporan Keuangan 2025Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan Benca

“Bagi kami di VMS Studio, cerita ini penting untuk diangkat sebagai bagian dari edukasi. Belajar dari pengalaman, apa pun kesalahan yang pernah kita buat, kita selalu bisa bangkit. Karakter Tiara menunjukkan hal itu,” ujar produser Tony Ramesh.

Nadya Arina, yang memerankan tokoh Tiara, menuturkan film ini mengikuti kisah seorang pramugari baru yang terjerat manipulasi romansa pilot muda karismatik, Kapten Deva, yang diperankan Jerome Kurnia. Dengan rayuan manis dan wibawa seragam, Tiara terbuai praktik love bombing hingga hidupnya berubah dan terpuruk.

Namun, alih-alih larut dalam keputusasaan, Tiara memilih melawan. Perlawanan itu menjadi simbol kemenangan bagi perempuan-perempuan yang menjadi korban manipulasi.

“Sosok seperti Tiara dan Kapten Deva itu banyak kita temui. Saya senang karena di film ini Tiara diberi kekuatan untuk bangkit dari kesalahan yang ia buat. Lewat film ini saya juga mengajak para perempuan untuk berani bangkit dan belajar dari pengalaman,” ujar Nadya.

Sementara itu, Jerome Kurnia menjelaskan karakter Kapten Deva digambarkan sebagai sosok yang memanfaatkan otoritas dan kharismanya untuk mendekati banyak perempuan.

“Dia tipe orang yang sulit menerima penolakan dan bisa sangat manis jika menginginkan sesuatu. Film ini mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati terhadap rayuan mulut manis,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin menonton film ini bersama keluarga atau kerabat, tersedia promo beli satu gratis satu tiket khusus penayangan 15 Januari 2026. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi TIX ID serta aplikasi dan situs resmi XXI, CGV, dan Cinepolis. (apr/opl)

0 Komentar