Haul 1 Tahun Abah Mansyur, Yamaki Tegaskan Pesan Manusia Harus Bermanfaat

Yayasan Mansyur Al Makki
HAUL: Yayasan Mansyur Al Makki menggelar haul satu tahun wafatnya Abah Mansyur bin Carnali yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Sekolah Ibnu Khaldun, Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Yayasan Mansyur Al Makki (Yamaki) menggelar Haul satu tahun wafatnya Abah Mansyur bin Carnali yang dirangkai dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di lingkungan Sekolah Ibnu Khaldun, Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Acara ini diikuti para jamaah yang terdiri dari santri, siswa, wali murid, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi jamaah. Tenda besar berwarna abu-abu membentang menutup lapangan. Kursi plastik tersusun rapi menghadap panggung utama. Di barisan depan, para sesepuh, pengurus yayasan, dan tokoh masyarakat duduk di sofa cokelat.

Baca Juga:Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan BencaPemkab Cirebon Susun RKPD 2027, Jigus Minta Fokus Infrastruktur dan Hilirisasi Daerah

Di sisi belakang, ratusan siswa berseragam putih tampak duduk berdesakan, sebagian berdiri di sela-sela bangunan sekolah.

Wajah-wajah muda itu menyimak rangkaian acara dengan tertib. Para ibu mengenakan kerudung aneka warna memenuhi barisan tengah. Sesekali terdengar lantunan shalawat menggema, mencairkan suasana.

Ketua Yayasan Mansyur Al Makki, Drs H Taufik Ridwan MHum, menyampaikan bahwa haul ini merupakan peringatan satu tahun wafatnya pendiri yayasan sekaligus refleksi atas nilai kehidupan yang ditinggalkan almarhum.

“Ini haul satu tahun Yayasan Mansyur Al Makki, sekaligus satu tahun wafatnya Abah Mansyur bin Carnali. Yang paling penting dari teladan beliau adalah menjadi manusia yang bermanfaat,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Menurut Taufik, kesalehan pribadi harus berdampak sosial. Bukan hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi lingkungan. Nilai inilah yang terus ditanamkan di seluruh unit pendidikan Yamaki.

Rangkaian kegiatan haul diisi tahlilan, doa bersama, pembagian sembako atau berkat kepada jamaah, serta penampilan kreativitas peserta didik. Anak-anak dari jenjang TK hingga perguruan tinggi tampil bergantian.

Hadrah santri membuka acara dengan tabuhan rebana yang kompak. Di atas panggung, para santri duduk bersila, sebagian tersenyum lepas, sebagian tampak tegang menunggu giliran tampil.

Baca Juga:Haji 2026: Kemenhaj Terapkan Dua Gelombang agar Pergerakan di Tanah Suci Tak Tumpang Tindih  OTT KPK di Madiun dan Pati, Dua Kepala Daerah Terjaring

Panggung sederhana itu menjadi pusat perhatian ribuan pasang mata yang memadati area acara.

Taufik menegaskan, haul ini akan menjadi agenda rutin tahunan. Ke depan, skala kegiatan akan diperbesar dengan melibatkan masyarakat lebih luas.

0 Komentar