Penataan Sukalila dan Kalibaru Jangan Berhenti di Bongkaran

Penataan Sukalila dan Kalibaru Jangan Berhenti di Bongkaran
JANGAN TERLALU LAMA KOSONG: Kawasan Sukalila-Kalibaru, Selasa (20/1/2026), bersih dari bangunan PKL. Penertiban ini menuai banyak apresiasi. Foto: Seno Dwi Priyanto/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Kawasan Sukalila dan Kalibaru akhirnya lega. Bangunan liar dan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang bertahun-tahun menyesaki bantaran sungai sudah ditertibkan tanpa gejolak berarti. Tapi pekerjaan belum usai. Justru sekarang momentum paling menentukan: jangan dibiarkan kosong terlalu lama.

Pantauan Radar Cirebon, di sepanjang bantaran Sungai Sukalila, ruang terbuka mulai terlihat. Aliran air mengalir di antara dinding beton lama yang kusam. Pepohonan masih berdiri, menaungi sungai. Di beberapa titik, bekas lapak menyisakan hamparan tanah dan beton terbuka.

Saat siang hari, kawasan tampak lapang. Namun ketika malam turun, suasananya agak gelap. Karena itu, warga, pengamat, hingga anggota DPRD sepakat pada satu hal: kawasan ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama kosong. Harus segera dilanjutkan.

Baca Juga:Cuaca Masih Labil, BMKG Imbau Masyarakat WaspadaPembangunan Perumahan di Kaki Bukit Plangon Tutup Sementara

Pengamat kebijakan publik yang juga mantan Sekda Kota Cirebon, Hasanudin Manap, terang-terangan mengaku semula pesimis. Ia tak yakin kawasan Sukalila–Kalibaru bisa dibereskan. Kenyataannya, penertiban berjalan dan tak ada gejolak. “Kawasan Sungai Sukalila dan Kalibaru yang awalnya kita pesimis, ternyata beres juga. Saya angkat jempol empat kali,” ujar Hasanudin Manap kepada Radar Cirebon, kemarin (20/1/2026).

Apresiasi itu disertai catatan tegas. Hasanudin menilai pekerjaan tidak boleh berhenti pada pembongkaran. Sungai perlu segera dikeruk, kawasan harus segera ditata. Jika tidak, ruang kosong justru berubah menjadi sumber persoalan baru.

Ia menyoroti kondisi malam hari di kawasan Sukalila. Minim penerangan. Sepi. Di beberapa ruas, suasananya terasa angker. Terutama di sekitar Gang Blimbing. Berbeda dengan Kalibaru yang mulai menunjukkan perubahan dan terasa lebih hidup. “Coba saja lihat kalau malam. Sukalila masih gelap. Kalau Kalibaru masih mending karena ada hotel dan perumahan,” katanya.

Di sisi lain, dukungan terhadap konsep penataan justru menguat. Konsep river garden yang direncanakan BBWS bersama Pemkot Cirebon dinilai tepat. Sungai tidak lagi diposisikan sebagai halaman belakang, melainkan wajah kota.

Hasanudin menyebut konsep itu penting, terutama untuk menyediakan ruang publik yang ramah lansia. Sungai yang bersih, hijau, terang, dan aman diyakini bisa mengembalikan hubungan warga dengan ruang air yang selama ini terputus. “Bayangkan nanti kita menghadap sungai. Bukan lagi lumpur atau bangunan. Tapi hijau, nyaman, dan aman,” katanya.

0 Komentar