SBY mengingatkan bahwa kehancuran dunia bukan hanya disebabkan oleh kelompok yang berbuat jahat, tetapi juga dapat terjadi ketika orang-orang baik memilih diam. Ia mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein untuk menegaskan bahwa kejahatan akan menang jika kebaikan tidak bersuara dan tidak bertindak.
Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif menggelar Sidang Umum PBB darurat (Emergency UN General Assembly). Ia berharap forum tersebut dapat mempertemukan para pemimpin dunia untuk membahas langkah-langkah pencegahan krisis global, termasuk potensi perang besar.
SBY mengakui bahwa saat ini PBB kerap dinilai lemah dan tidak berdaya. Meski begitu, ia menolak jika sejarah kelak mencatat lembaga internasional itu membiarkan situasi memburuk tanpa upaya apa pun. Ia juga menyadari seruannya mungkin tidak segera direspons, namun berharap gagasan tersebut bisa menjadi pemantik kesadaran, kemauan politik, dan tindakan nyata dunia internasional.
Baca Juga:Transparan dan Akuntabel, Baznas Kabupaten Cirebon Raih Opini WTP Laporan Keuangan 2025Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan Benca
Dalam penutup pesannya, SBY menyampaikan keyakinan bahwa jalan keluar tetap mungkin ditemukan selama ada kehendak bersama. “Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu ‘bagai berseru di padang pasir’. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way,” ungkapnya. (dsw)
