RADARCIREBON.ID – Aroma kopi menyeruak sejak pagi di halaman Gedung DKUKMPP Kota Cirebon, Rabu (21/1/2026). Di balik deretan alat seduh dan biji kopi dari berbagai daerah, 33 barista dari Malang, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Tegal, hingga Ciayumajakuning sibuk menakar, menggiling, lalu menyeduh. Bukan sekadar meracik kopi, mereka sedang meracik mimpi.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon justru membuktikan bahwa kreativitas tak selalu menunggu kucuran dana.
Tanpa menggunakan APBD, mereka menggelar Satu Visi Mall UKM Coffee Festival 2026 berkat kolaborasi dengan komunitas kopi, khususnya Kedai Kopi Satu Visi.
Baca Juga:Haul 1 Tahun Abah Mansyur, Yamaki Tegaskan Pesan Manusia Harus BermanfaatPerkuat Kerja Sama Logistik dan E-Commerce Indonesia-China
Kompetisi seduh kopi menjadi magnet utama. Para peserta diminta menyajikan kopi murni, tanpa campuran apa pun selain air.
Di hadapan juri berkelas internasional, setiap tetes kopi menjadi penentu. Tapi sesungguhnya, yang dipertaruhkan bukan sekadar nilai lomba, melainkan harga diri dan kualitas kopi Indonesia.
Walikota Cirebon, Effendi Edo, yang membuka acara itu, memandang fenomena kopi dari sudut yang lebih luas. Baginya, menjamurnya kedai kopi bukan sekadar tren gaya hidup anak muda.
“Dulu anak-anak muda menghabiskan waktu di tempat hiburan malam. Sekarang mereka berkumpul di kedai kopi, berdiskusi, bertukar ide. Ini pergeseran yang positif,” ujarnya.
Edo menyebut kopi telah menjadi katalisator ekonomi baru. Kedai-kedai kopi tumbuh, membuka lapangan kerja, menciptakan ruang kreativitas, sekaligus menghidupkan ekosistem UMKM. Namun ia mengingatkan, kopi tak boleh berhenti sebagai tren.
“Kita harus menjadikan Mall UMKM sebagai rumah inovasi. Produk lokal tidak boleh hanya jago kandang, tapi harus punya standar yang diakui lebih luas,” katanya.
Di sinilah festival itu menemukan maknanya. Bukan sekadar lomba, tetapi ruang belajar. Ada diskusi kopi, ada literasi keuangan bersama Bank Indonesia dan OJK, bahkan ada sosialisasi peluang pendidikan profesi ke Jerman bagi pelajar dan mahasiswa.
Baca Juga:MK Tolak Uji Materi Rangkap Jabatan Anggota PolriBaru 96 Desa Digital, Pemkab Cirebon Kejar Target 414 Desa Bestatus Smart Village di 2029
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Dr Iing Daiman MSi, tersenyum ketika menceritakan bagaimana acara ini bisa terwujud tanpa APBD.
“Pesan Pak Wali jelas, jangan berhenti hanya karena tidak ada anggaran. Alhamdulillah, kami berkolaborasi dengan komunitas kopi dan semua bisa berjalan,” katanya.
