RADARCIREBON.ID – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (FEB UGJ) Cirebon kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program magang kerja ke Jepang.
Kali ini, sebanyak 12 mahasiswa diberangkatkan dalam Program Magang Industri Batch 3 dengan masa magang selama satu tahun di perusahaan Seiwa Wex Oyama, Jepang.
Dekan FEB UGJ, Dr Acep Komara MSi, didampingi Wakil Dekan I Moh Yudi Mahadianto SE MM MPM CAP CTT ACPA, mengatakan kepada Radar Cirebon, Rabu (21/1/2026), bahwa keberangkatan mahasiswa tersebut merupakan bagian dari komitmen FEB UGJ dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap kerja.
Baca Juga:Haul 1 Tahun Abah Mansyur, Yamaki Tegaskan Pesan Manusia Harus BermanfaatPerkuat Kerja Sama Logistik dan E-Commerce Indonesia-China
“Terhitung sejak 19 Januari 2026, kami memberangkatkan 12 mahasiswa untuk mengikuti program magang industri di Jepang. Mereka sudah tiba di Jepang dan didampingi dosen pembimbing dari UGJ,” ujar Acep.
Ia merinci, 12 mahasiswa tersebut terdiri atas enam mahasiswa Program Studi Akuntansi, yakni Heru Pranata, Devrizal Rizqi Ramadhanu, Amanda Nurfadillah, Rika Salsa Mayantika, Alvina Suranjani, dan Vionny Al Farizi.
Sementara dari Program Studi Manajemen juga enam mahasiswa, yakni Asep Dwi Agustio, Aji Taufiq, Daniel Febiyanto, Nazrey Hiryndra Shirman, Norma Ayu Komariah, dan Syifa Rahma Aliyah.
Menurut Acep, program magang industri ini menjadi langkah nyata FEB UGJ dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga praktik langsung di dunia kerja internasional.
“Mahasiswa FEB UGJ tidak hanya lulus dengan gelar sarjana, tetapi juga berkesempatan memperoleh empat gelar profesi, yakni CAP, ACPA, CTT, dan WPPE. Selain itu, FEB UGJ juga membuka program magang ke Jepang dan Taiwan selama satu tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UGJ, Moh Yudi Mahadianto, menambahkan bahwa kerja sama dengan perusahaan Jepang tersebut berawal dari komunikasi intensif melalui media sosial.
Program magang luar negeri ini, kata dia, mengacu pada Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2024 tentang penyelenggaraan magang mahasiswa.
Baca Juga:MK Tolak Uji Materi Rangkap Jabatan Anggota PolriBaru 96 Desa Digital, Pemkab Cirebon Kejar Target 414 Desa Bestatus Smart Village di 2029
“Mahasiswa yang mengikuti magang ke luar negeri tidak termasuk pekerja migran Indonesia (PMI), karena statusnya masih mahasiswa,” tegas Yudi.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya FEB UGJ telah mengirimkan mahasiswa dalam Program Magang Batch 1 sebanyak tiga orang ke Seiwa Wex Okinawa, serta Batch 2 sebanyak tiga mahasiswa yang berangkat pada 22 Oktober 2025.
