Gear dan Rantai, Komponen yang Sering Diabaikan

perawatan gear motor
PERAWATAN: Pentingnya perawatan gear dan rantai roda untuk menjaga performa sepeda motor. Foto: DAM for Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Di balik performa mesin sepeda motor, terdapat komponen penerus daya yang berperan penting, yakni gear set dan rantai roda.

Meski kerap luput dari perhatian, kondisi kedua komponen ini sangat memengaruhi kenyamanan, performa, hingga keselamatan berkendara.

Sub Department Head Technical Training PT Daya Adicipta Motora, Ade Rohman, menjelaskan gear set terdiri atas gear depan (drive sprocket), gear belakang (driven sprocket), dan rantai roda (drive chain).

Baca Juga:Transparan dan Akuntabel, Baznas Kabupaten Cirebon Raih Opini WTP Laporan Keuangan 2025Presiden Prabowo Setujui Pengembalian TKD Rp10,6 T untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar Demi Percepat Pemulihan Benca

Ketiganya berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang agar sepeda motor dapat melaju optimal.

“Kinerja gear dan rantai yang baik akan menghasilkan tarikan lebih responsif, efisiensi tenaga, serta pengalaman berkendara yang lebih halus. Karena itu, penggunaan komponen sesuai spesifikasi sangat dianjurkan,” ujar Ade.

Menurutnya, kombinasi gear dan rantai yang tepat juga dapat meminimalkan gesekan berlebih, memperpanjang usia pakai komponen, serta menjaga efisiensi kerja mesin.

Rantai roda sebagai penghubung utama antara gear depan dan belakang harus bekerja di bawah tekanan dan gesekan tinggi, sehingga membutuhkan perawatan rutin.

Pembersihan rantai secara berkala perlu dilakukan untuk menghilangkan debu, pasir, dan lumpur yang dapat mempercepat keausan.

“Bersihkan rantai menggunakan sikat halus dan cairan khusus agar tidak cepat rusak,” jelasnya.

Selain itu, pelumasan juga harus dilakukan dengan pelumas khusus rantai. Penggunaan oli bekas atau cairan lain yang tidak sesuai justru dapat merusak seal rantai dan mempercepat keausan.

Baca Juga:Pemkab Cirebon Susun RKPD 2027, Jigus Minta Fokus Infrastruktur dan Hilirisasi DaerahHaji 2026: Kemenhaj Terapkan Dua Gelombang agar Pergerakan di Tanah Suci Tak Tumpang Tindih  

Ade menambahkan, setelan kekencangan rantai juga harus sesuai standar. Rantai yang terlalu kencang dapat membebani gear dan komponen lain, sementara rantai yang terlalu kendur berisiko terlepas dan membahayakan pengendara.

“Pastikan setelan rantai selalu mengacu pada buku pedoman pemilik,” katanya.

Ia menegaskan, gear depan, gear belakang, dan rantai roda umumnya aus secara bersamaan. Karena itu, penggantian sebaiknya dilakukan satu set.

Jika muncul gejala seperti suara berisik, rantai cepat kendur, atau bentuk gear sudah runcing, pengendara disarankan segera memeriksakan sepeda motornya ke AHASS.

“Dengan perawatan yang tepat, performa sepeda motor tetap optimal, lebih efisien, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara,” pungkasnya. (apr)

0 Komentar