“Nah sekarang yang disorot karyawan SPPG yang diangkat ASN, satu dapur 3 orang yaitu kepala SPPG, Ahli Gizi dan Akuntan. Itu juga melalui tes bukan ujuk-ujuk jadi PPPK,” jelentreh Deyang.
Ditegaskannya, jumlah 32 000 ribu karyawan SPPG itu yang ikut tes belum tentu semua lolos. “Itu adalah jumlah yang diikutkan tes. Yang lolos akan diangkat PPPK tanggal 1 Februari. Saya ulang yang lolos tes yang diangkat bukan 32.000 langsung diangkat PPPK,” tegasnya.
Mengapa masih baru sudah ikut tes PPPK? Menurut Deyang, BGN ini lembaga baru yang membutuhkan ASN untuk formasi di SPPG. “Mohon diingat juga PPPK itu bersifat kontrak 5 tahun, bukan PNS ya yang selamanya kalau diangkat ya terus jadi PNS,” tegasnya lagi.
Baca Juga:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Delta Force, Operasi Mirip di Film ActionTransJakarta Benchmark Pengembangan BRT Trans Cirebon
Deyang pun mengajak untuk bijak menerima berbagai provokasi yang mengadu domba guru honorer versus karyawan SPPG. Sebab, kedua kelompok ini sama-sama mengabdi pada rakyat, bangsa dan negara Indonesia.
“Ingat yang ikut tes PPPK di SPPG hanya 3 orang satu SPPG. Yang 47 orang dari tukang ompreng, tukang potong sayur, sopir sampai chef pun juga tidak ikut tes PPPK,” tambahnya menegaskan.
