NPCI Kabupaten Indramayu Matangkan Persiapan Atlet Menuju Peparda Jabar 2026

Atlet NPCI Kabupaten Indramayu
TETAP KONSISTEN: Atlet NPCI Kabupaten Indramayu intensif melakukan persiapan jelang Peparda Jawa Barat VI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

INDRAMAYU – Meski Kabupaten Indramayu dipastikan tidak menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat VI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026, semangat jajaran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Indramayu tetap terjaga.

Para atlet terus menjalani latihan secara rutin sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas di Jawa Barat tersebut.

Ketua NPCI Kabupaten Indramayu, Suprayitno menegaskan bahwa pihaknya menerima keputusan pemerintah terkait pencoretan anggaran revitalisasi Sport Center (SC) Indramayu dalam evaluasi Gubernur Jawa Barat.

Baca Juga:Buana De Vito Resmi Pimpin PELTI Kuningan, Target Prestasi MelesatEra Baru Kepemimpinan Uniku: Rektor Anna Pimpin HKN, Fokus Mutu dan Inovasi

Keputusan tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Indramayu secara resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah Peparda Jabar 2026.

“Jika mengacu pada kebutuhan sebagai tuan rumah Peparda, sebenarnya yang paling utama hanya lintasan atletik di sport center. Hal itu sudah kami sampaikan dalam ekspose dengan estimasi anggaran sekitar Rp30 miliar,” ungkap Suprayitno kemarin.

Meski gagal menjadi tuan rumah, Suprayitno tetap berharap revitalisasi Sport Center Indramayu dapat direalisasikan.

Pasalnya, sejak dibangun pada 2003 hingga kini, fasilitas tersebut belum pernah mendapat perbaikan dan dinilai sudah tidak layak untuk menggelar event olahraga tingkat daerah.

“Para atlet tentu merasa kecewa karena sebelumnya berharap bisa tampil maksimal sebagai tuan rumah. Namun, kami menerima seluruh keputusan dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila Indramayu menjadi tuan rumah Peparda, momen tersebut akan dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat disabilitas bahwa mereka memiliki wadah pembinaan melalui NPCI.

Selama ini, masih banyak penyandang disabilitas yang merasa minder untuk tampil di ruang publik. Peparda diharapkan menjadi momentum untuk membangkitkan kepercayaan diri dan mendorong prestasi di bidang olahraga.

Baca Juga:Prediksi Inter Milan vs Arsenal, 21 Januari 2026Ratusan Rumah di Desa Bangkaloa Ilir Indramayu Masih Terendam Banjir, Warga Memilih Bertahan

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media yang telah membantu mengenalkan NPCI kepada masyarakat disabilitas. Dengan begitu, masyarakat mengetahui bahwa anggaran NPCI yang bersumber dari pajak dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga disabilitas,” jelasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga, NPCI Kabupaten Indramayu tetap berkomitmen menjalankan program latihan dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

0 Komentar