Sementara petugas Daker Makkah digeser untuk bertugas di Muzdalifah. Khusus petugas Mina, mereka diimbau mengambil Nafar Tsani (meninggalkan Mina pada 13 Zulhijjah) agar dapat memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal sebelum petugas kembali ke sektor masing-masing.
Dengan pola layanan berbasis mayoritas pilihan ibadah (Tamattu), kepastian miqat, peta sektor yang jelas, serta rotasi penugasan menjelang puncak haji, Kemenhaj berharap operasional Haji 2026 berjalan lebih terkendali. Targetnya bukan sekadar lancar secara logistik, tetapi juga menghadirkan layanan yang terasa nyata bagi jamaah—terutama saat mereka paling membutuhkan pendampingan di lapangan.(dsw)
